Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Barongan Kucingan Blitar, Seni Tradisi Unik dan Atraksi Mistis yang Memikat

Barongan Kucingan, kesenian khas Kota Blitar yang memadukan seni tari, cerita rakyat, dan nuansa mistis dalam pertunjukan jaranan.

Barongan Kucingan Blitar, Seni Tradisi Unik dan Atraksi Mistis yang Memikat
Pertunjukan aksi barongan kucingan Blitar. (Ist)

Poin Penting

  • Barongan Kucingan adalah kesenian tradisional khas Kota Blitar yang menjadi puncak acara dalam pertunjukan jaranan.
  • Kesenian ini terinspirasi kisah peperangan Patih Bujang Ganong dan Prabu Singo Barong yang jasadnya dipercaya berubah menjadi kucing.
  • Cara memainkannya unik: topeng digigit dengan mulut penari, bukan dipegang tangan seperti barongan pada umumnya.

KBRB – Kota Blitar tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan religi, kota ini juga memiliki warisan seni pertunjukan yang hingga kini tetap lestari.

Salah satunya adalah Barongan Kucingan, kesenian tradisional yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pertunjukan jaranan.

Barongan Kucingan dikenal karena memadukan unsur seni tari, cerita rakyat, nilai spiritual, hingga filosofi kehidupan masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman, kesenian ini tetap bertahan dan menjadi salah satu identitas budaya khas Kota Blitar.

Kesenian ini juga memiliki nilai sejarah yang kuat, tidak sekadar hiburan rakyat biasa.

Menurut Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Barongan Kucingan terinspirasi dari kisah peperangan antara Patih Bujang Ganong dan Prabu Singo Barong.

Dalam cerita tersebut, Prabu Singo Barong mengalami kekalahan hingga jasadnya dipercaya berubah menjadi seekor kucing — kepercayaan itulah yang kemudian melahirkan sosok Barongan Kucingan sebagai simbol dalam pertunjukan.

Nama Barongan Kucingan berasal dari perpaduan kata barong, yang merujuk pada kepala hewan dengan balutan kain, dan kucing, yang menggambarkan karakter lincah, manja, serta penuh daya tarik.

Karakter tersebut diwujudkan lewat bentuk topeng dan gerakan tari yang jadi ciri khas kesenian ini.

Dalam pertunjukan jaranan, Barongan Kucingan biasanya tampil sebagai puncak acara setelah berbagai tarian lain, seperti Jaranan Pegon dan Jaranan Sentherewe.

Kehadirannya jadi bagian yang paling ditunggu karena menyajikan atraksi enerjik sekaligus sarat makna budaya.

Gerakan para penarinya menirukan perilaku kucing — merangkak, menjilat tubuh, bermain, hingga bergerak lincah layaknya seekor kucing.

Tarian ini umumnya dimainkan berkelompok sehingga menghadirkan pertunjukan yang dinamis dan atraktif.

Unsur spiritual yang masih dipertahankan menjadi salah satu daya tarik terbesar kesenian ini.

Pada bagian akhir pertunjukan, penari kerap mengalami ndadi atau kesurupan, ciri khas pertunjukan jaranan yang memberikan nuansa mistis bagi penonton.

Dari sisi visual, Barongan Kucingan juga berbeda dari barongan di daerah lain. 

Topengnya memiliki moncong lebih pendek, hidung mengarah ke atas, cengger di bagian bawah, serta gigi tanpa taring sehingga menyerupai wajah kucing atau macan kecil.

Cara memainkannya pun tergolong unik, jika barongan pada umumnya dipegang menggunakan tangan, Barongan Kucingan justru dikenakan seperti topeng dengan cara digigit menggunakan mulut oleh penari.

Teknik yang membutuhkan kekuatan sekaligus keterampilan khusus agar gerakan tari tetap luwes sepanjang pertunjukan.

#Barongan Kucingan Blitar #Kota Blitar

Komentar 0

Baca Juga