Pasokan Pertalite Blitar Disebut Berkurang, Polisi Selidiki Prosedur Penjualan SPBU
Pasokan Pertalite di sejumlah SPBU Kota Blitar berkurang dari sekitar 16.000 liter menjadi 8.000 liter per hari dalam sepekan terakhir, memicu antrean kendaraan hingga ke jalan.
Poin Penting
Pasokan Pertalite di sejumlah SPBU dilaporkan berkurang.
Penjualan pertalite di SPBU Kebon Rojo dijatah setiap sift.
Polisi mendalami prosedur operasional standar penjualan Pertalite di SPBU Kebon Rojo.
Kabar Blitar – Pasokan Pertalite di sejumlah SPBU Kota Blitar dilaporkan berkurang dari sebelumnya sekitar 16.000 liter menjadi 8.000 liter per hari dalam sepekan terakhir.
Penurunan pasokan tersebut memicu antrean kendaraan yang mengular hingga ke jalan.
Pengawas SPBU di Kebon Rojo, M. Choirul Huda, mengatakan pengiriman BBM dari pemasok tetap berlangsung setiap hari, tetapi jumlah yang diterima SPBU tidak sebanyak biasanya.
“Per hari untuk Pertalite 16, besok 8, besoknya lagi 16, seperti itu,” ujarnya saat menjelaskan perubahan jumlah pasokan.
Di SPBU yang diawasinya, penjualan Pertalite kini dibagi menjadi tiga shift untuk mengendalikan antrean dan mencegah kemacetan di jalan.
Setiap shift mendapat alokasi penjualan 2.500 liter, yakni mulai pukul 06.00, 14.00, dan 20.00 WIB, sehingga total penjualan yang dialokasikan mencapai 7.500 liter per hari.
“Karena kalau kami loskan [tanpa batas], tahu sendirikan antriannya sampai mengular ke jalan dan sering menjadi kemacetan,” kata Choirul.
Sementara itu, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Blitar Kota, Ipda Aristoteles Urat Natogu Sirait, mengatakan pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan inspeksi mendadak di tiga SPBU, yakni Kebon Rojo, Jalan Kalimantan, dan Penataran.
Dari hasil pemeriksaan awal, pengiriman BBM ke SPBU masih berlangsung setiap hari dengan jumlah sekitar 8 kiloliter atau 8.000 liter, meski waktu kedatangan pasokan berbeda di setiap lokasi.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir SPBU di Blitar Kota, khususnya Pertalite dan Solar setiap harinya pasti akan ada,” ujarnya.
Aristoteles mengatakan perbedaan waktu pengiriman dan habisnya stok di salah satu SPBU dapat membuat kendaraan berpindah ke SPBU lain, sehingga antrean menumpuk di lokasi tertentu.
Terkait pengaturan penjualan di SPBU Kebon Rojo, polisi masih mendalami prosedur operasional standar yang diterapkan pengelola.
“Oke, untuk yang di Kebon Rojo ini kami masih dalami mengenai SOP-nya ya mungkin memang ada indikasi yang mencurigakan dari SPBU tersebut. Nanti bakal kami tindak lanjuti seperti apa nanti ditunggu saja seperti itu,” katanya.
Polisi juga meminta operator SPBU mewaspadai kendaraan yang diduga melakukan pembelian berulang untuk mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan distribusi BBM.
Aristoteles menyebut dugaan penimbunan masih dalam pendalaman dan meminta operator melaporkan kepada polisi apabila menemukan kendaraan yang mencurigakan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.