Kelihaian Negosiasi Blantik Blitar, Seni Menaksir Harga Ternak Tak Sekedar Modal Omongan
Blantik merupakan perantara perdagangan sapi dan kambing yang berperan menghubungkan peternak dengan pembeli melalui tawar-menawar di pasar hewan.
Poin Penting
Blantik merupakan pekerjaan perantara peternak dan pembeli.
Blantik di Blitar memiliki teknik pemasaran ngompori dan powel.
Pasar Dimoro Kota Blitar salah satu lokasi perdagangan ternak.
Kabar Blitar – Blantik menjadi bagian dari aktivitas perdagangan ternak di Blitar, Jawa Timur, dengan peran menghubungkan peternak dan pembeli.
Secara umum blantik memfokuskan pada jual beli sapi maupun kambing melalui proses tawar-menawar di pasar hewan.
Pekerjaan ini mengandalkan pengalaman dalam menaksir harga ternak, membaca kondisi fisik hewan, serta membangun kepercayaan dengan penjual dan pembeli.
Dalam praktik perdagangan tradisional, blantik tidak hanya berperan sebagai perantara transaksi, tetapi juga menjadi penghubung antara pemilik ternak dan calon pembeli yang belum tentu saling mengenal.
Pengetahuan mengenai usia, bobot, dan kondisi ternak menjadi modal penting untuk memperkirakan harga yang sesuai dengan kondisi pasar.
Di Kota Blitar, aktivitas blantik dapat ditelusuri melalui perdagangan ternak di Pasar Hewan Dimoro.
Strategi Pemasaran Blantik
Penelitian berjudul 'Strategi “Blantik” dalam Metode Pemasaran di Pasar Tradisional Hewan Dimoro Blitar' yang diterbitkan pada 2019 turut mengkaji peran blantik dalam mekanisme pemasaran ternak di pasar tersebut.
Uniknya, blantik memiliki cara pemasaran tersendiri untuk menggaet pembeli dan mendapatkan keuntungan.
Strategi yang dilakukan blantik setiap mendapatkan calon pembeli adalah dengan menjauhkannya dari blantik lain, supaya calon pembeli tidak terpengaruh blantik lain.
Cara pertama yang digunakan adalah ngompori, yaitu seorang blantik akan memanas-manasi calon pembeli agar terpincut untuk membeli barang yang ditawarkan.
Dalam menjalankan strategi ngompori, biasanya blantik akan bergerak secara tim dengan maksud agar calon pembeli tidak memiliki kesempatan untuk menawar.
Cara kedua yang juga digunakan adalah powel, cara ini dilakukan dengan blantik menunjukkan kondisi hewan ternak yang sudah ganti gigi.
Dalam menjalankan strategi powel, blantik akan memanfaatkan situasi tertentu seperti syarat khusu hewan ternak yang dapat digunakan aqiqah atau berkurban di Hari Raya Idul Adha.
Meski demikian, catatan sejarah mengenai kapan profesi blantik pertama kali muncul di Blitar masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Hingga kini, perdagangan ternak tetap menjadi aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak pelaku, mulai dari peternak, pedagang, hingga pembeli untuk kebutuhan usaha maupun pemeliharaan.
Perkembangan Pasar Ternak di Blitar
Sebagai informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi sapi potong di Kabupaten Blitar mencapai 142.138 ekor pada 2025, sedangkan populasi kambing mencapai 386.607 ekor.
Besarnya populasi ternak tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan masih memiliki peran dalam perekonomian masyarakat Blitar, meskipun tidak seluruh aktivitasnya melibatkan blantik.
Perkembangan teknologi komunikasi juga membuka peluang perubahan dalam cara pelaku perdagangan ternak mencari informasi harga dan calon pembeli.
Namun, sejauh mana perubahan tersebut memengaruhi cara kerja blantik di Blitar masih memerlukan penelusuran langsung.
Di tengah perubahan pola perdagangan, pengalaman menaksir ternak, kemampuan bernegosiasi, dan kepercayaan antarpelaku tetap menjadi aspek penting untuk memahami keberadaan blantik dalam perdagangan ternak tradisional.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.