Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Mengenal Keunikan Jaranan Tril, Kesenian Khas Blitar yang Diakui Dunia

Jaranan Tril merupakan warisan budaya khas Kabupaten Blitar yang diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, dikenal dengan gerakan cepat, musik khas, serta nilai filosofi prajurit tangguh.

Mengenal Keunikan Jaranan Tril, Kesenian Khas Blitar yang Diakui Dunia
Penampilan jaranan tril.

Poin Penting

  • Jaranan Tril jadi warisan budaya khas Blitar dengan ciri gerak cepat dan dinamis.
  • Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2021.
  • Mengandung nilai filosofi keberanian, kebersamaan, dan identitas lokal.

Kabar Blitar – Kesenian Jaranan Tril tetap bertahan sebagai warisan budaya khas Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang dikenal melalui gerakan cepat, lincah, serta atraksi memikat yang membedakannya dari kesenian kuda lumping daerah lain.

Jaranan Tril memiliki keunikan pada musik pengiring yang tidak menggunakan gamelan logam, melainkan instrumen berbahan kayu dan kulit seperti kentongan, angklung, dan kendang yang menghasilkan karakter suara khas.

Eksistensinya mendapat pengakuan nasional setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 7 Desember 2021.

Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas nilai budaya sekaligus identitas masyarakat Blitar yang diwariskan secara turun-temurun.

Jaranan Tril tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai sejarah serta filosofi mendalam bagi masyarakat pendukungnya.

Struktur Pertunjukan Jaranan Tril

Dalam pertunjukannya, kesenian ini dikenal sebagai jaranan paling lengkap karena memadukan tiga unsur utama yakni jaranan, barongan, dan celengan dalam satu alur cerita utuh.

Secara simbolis, jaranan merepresentasikan prajurit berkuda, barongan menggambarkan makhluk mitologis, dan celengan menjadi pelengkap yang memperkaya dinamika pementasan.

Dari sisi koreografi, gerakan Jaranan Tril cenderung lebih tegas dan variatif dibandingkan jaranan dari daerah lain seperti Kediri dan Tulungagung.

Irama musik pengiringnya juga memiliki tempo cepat dan dinamis yang selaras dengan karakter gerakan penari yang energik.

Identitas khas Jaranan Tril semakin kuat melalui bentuk properti kuda serta pola tabuhan musik yang mudah dikenali masyarakat.

Filosofi Nama "Tril" dan Representasi Masyarakat Blitar

Kesenian ini juga mengandung filosofi tentang sosok prajurit tangguh yang memiliki semangat juang tinggi dan karakter tegas.

Istilah “tril” sendiri berasal dari bahasa lokal Blitar yang merujuk pada gerakan ritmis cepat yang dianalogikan seperti laju motor tril yang gesit dan bertenaga.

Karakter gerakan tersebut mencerminkan sifat masyarakat Blitar yang dikenal berani dan lugas dalam bersikap.

Setiap elemen dalam pertunjukan Jaranan Tril memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan nilai keberanian, kebersamaan, hingga spiritualitas.

Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya

Sebagaimana dikutip  dari laman resmi Pemkab Blitar, penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya daerah.

Pengakuan tersebut juga dinilai mampu mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Blitar.

Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan, salah satunya melalui pertunjukan kolosal yang melibatkan ribuan pemuda pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019.

Partisipasi generasi muda tersebut menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pelestarian budaya sehingga Jaranan Tril tetap relevan sebagai simbol kebanggaan masyarakat Blitar di era modern.

#Jaranan Blitar #Jaranan Tril

Komentar 0

Baca Juga