Berawal dari Hadiah Negara Cina, Blitar Kini Jadi Daerah Penghasil Ikan Koi di Indonesia
Kabupaten Blitar menjadi salah satu sentra budidaya ikan koi di Indonesia sejak awal 1980-an, dengan pusat produksi di Kecamatan Nglegok dan Sanankulon.
Poin Penting
Budidaya ikan koi di Blitar mulai berkembang sejak 1982.
Nglegok dan Sanankulon menjadi kawasan produksi ikan koi.
Koi hasil budidaya Blitar disebut menjangkau pasar internasional.
Kabar Blitar – Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan koi di Indonesia.
Kegiatan pembudidayaan yang berkembang sejak awal 1980-an ini didukung kondisi alam, ketersediaan air, serta keterampilan pembudidaya dalam menghasilkan koi dengan kualitas yang diminati pasar.
Sejarah koi di Blitar disebut bermula pada 1982, ketika seorang pembudidaya bernama Mashuri mulai mengembangkan ikan hias tersebut setelah menimba ilmu budidaya di Sukabumi.
Perkembangan koi di Indonesia sendiri memiliki catatan sejarah sejak 1960.
Saat itu, Presiden Soekarno menerima hadiah ikan koi dari pemerintah Tiongkok yang kemudian dikembangbiakkan di Batu, Jawa Timur.
Pada dekade 1980-an, Ratna Sari Dewi Soekarno juga disebut membawa bibit koi dari Jepang yang turut memperkuat perkembangan budidaya ikan tersebut di Indonesia.
Di Kabupaten Blitar, budidaya koi berkembang di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Nglegok dan Sanankulon.
Kedua daerah tersebut menjadi bagian dari kawasan produksi ikan hias yang menopang mata pencaharian masyarakat.
Kondisi geografis Blitar yang berada di sekitar kawasan Gunung Kelud turut mendukung kegiatan budidaya.
Ketersediaan air dan karakter lingkungan menjadi faktor penting dalam pemeliharaan koi, meski kualitasnya tetap bergantung pada pengelolaan kolam dan perawatan ikan.
Parameter air seperti tingkat keasaman atau pH, suhu, serta kadar oksigen terlarut perlu dijaga agar pertumbuhan ikan berjalan optimal.
Kondisi pemeliharaan yang baik juga berpengaruh terhadap bentuk tubuh dan ketajaman warna koi.
Potensi produksi koi di Blitar disebut mencapai ratusan juta ekor per tahun.
Angka tersebut menunjukkan besarnya skala usaha budidaya yang melibatkan banyak rumah tangga pembudidaya, meski data produksi terbaru masih perlu dipastikan melalui instansi terkait.
Hasil budidaya koi dari Blitar juga disebut menjangkau pasar luar negeri, antara lain Jerman, Inggris, Belanda, Amerika Serikat, dan Singapura.
Dengan dukungan pembudidaya dan jaringan pemasaran, ikan koi menjadi salah satu komoditas ikan hias yang memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Blitar.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.