Heatstroke Ancam Saat Cuaca Panas, Dinkes Blitar Sarankan Perbanyak Minum Air Putih
Dinkes Kabupaten Blitar imbau warga waspada dehidrasi dan heatstroke akibat cuaca panas ekstrem, sarankan perbanyak minum dan hindari aktivitas berat siang hari.
Poin Penting
- Dinkes Blitar imbau warga waspada dehidrasi dan heatstroke akibat cuaca panas ekstrem selama musim kemarau, terutama bagi anak-anak dan lansia.
- Warga disarankan minum minimal 8 gelas air per hari dan hindari aktivitas berat di luar ruangan pukul 10.00–15.00 WIB.
- Gejala awal heatstroke meliputi pusing, keringat berlebih, lemas, dan suhu tubuh meningkat — segera pindah ke tempat sejuk dan cari pertolongan medis bila tak membaik.
KBRB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas ekstrem yang masih berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Suhu udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga heatstroke apabila masyarakat tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, mengatakan paparan sinar matahari dalam waktu lama, terutama pada siang hari, dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
"Cuaca panas yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga heatstroke. Karena itu masyarakat perlu menjaga asupan cairan, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari, serta mengenali gejala awal agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Masyarakat, menurut dr. Christine, dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, minimal delapan gelas setiap hari atau menyesuaikan dengan aktivitas yang dilakukan.
Kebutuhan cairan yang tercukupi akan membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil selama cuaca panas.
Selain itu, masyarakat disarankan menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ketika intensitas sinar matahari berada pada puncaknya.
Jika harus beraktivitas di luar, warga diimbau menggunakan pakaian longgar dan berwarna terang serta melengkapi diri dengan topi, payung, kacamata hitam, maupun tabir surya.
"Upaya pencegahan sangat penting. Jangan menunggu sampai muncul keluhan. Istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, terutama buah dan sayur, serta penggunaan pelindung diri dapat membantu mengurangi dampak cuaca panas terhadap kesehatan," katanya.
Masyarakat juga perlu mengenali gejala awal heatstroke, seperti pusing, tubuh berkeringat berlebihan, lemas, hingga peningkatan suhu tubuh.
Apabila keluhan tersebut muncul, penderita sebaiknya segera dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk, diberikan minum apabila masih sadar, dan segera mendapatkan pertolongan medis apabila kondisinya tidak membaik.
"Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan menjadi kunci utama menghadapi cuaca panas. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan membatasi paparan sinar matahari secara langsung, risiko heatstroke maupun gangguan kesehatan lainnya dapat diminimalkan," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.