Antrean Cuci Darah di Blitar Mengular, 272 Pasien Menunggu Layanan RSUD Mardi Waluyo
Antrean pasien cuci darah di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar mencapai 272 orang pada 2026, terdiri dari 29 pasien warga Kota Blitar dan 243 pasien luar kota.
Poin Penting
RSUD Mardi Waluyo melayani 141 pasien hemodialisis rutin pada 2026.
Meningkat dari sekitar 132–135 pasien pada 2025.
Hanya 29 unit mesin hemodialisis beroperasi aktif.
Kabar Blitar – Antrean pasien cuci darah di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar terus bertambah.
Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan layanan hemodialisis.
Sementara itu, kenaikan jumlah pasien tidak disertai dengan kapasitas mesin yang tersedia.
Hingga 2026, jumlah pasien yang menjalani hemodialisis secara rutin di rumah sakit tersebut mencapai 141 orang, naik dibandingkan 2025 yang berkisar 132 hingga 135 pasien.
Plt Direktur Utama RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Bernard Theodore Ratulangi, mengatakan rumah sakit memiliki 32 mesin hemodialisis, tetapi hanya 29 unit yang beroperasi aktif.
"Jumlah total mesin kita ada 32 mesin dengan 3 mesin cadangan, sehingga operasional aktifnya hanya 29 mesin," ujar Bernard.
Dengan kapasitas tersebut, layanan hemodialisis saat ini hanya mampu menampung sekitar 140 hingga 145 pasien dalam skema pelayanan yang tersedia.
Keterbatasan kapasitas itu membuat pasien yang membutuhkan terapi rutin harus masuk daftar antrean.
"Tercatat saat ini terdapat antrean sebanyak 29 pasien dari warga Kota Blitar, sementara antrean dari pasien luar kota bahkan mencapai 243 orang," paparnya.
Bernard menyebut pasien hemodialisis didominasi kelompok usia di atas 45 tahun, dengan riwayat diabetes dan hipertensi sebagai faktor yang berkaitan dengan gagal ginjal.
"Pasien dengan riwayat diabetes dan hipertensi menjadi yang paling banyak membutuhkan layanan hemodialisis," tutupnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.