Gangguan Napas Kronis Jadi Kasus Paru Terbanyak di Blitar, Polusi dan Asap Rokok Perlu Diwaspadai
Gangguan saluran napas kronis mendominasi kasus penyakit paru di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dengan 604 kasus atau 62,27 persen dari total 970 kasus meliputi asma, PPOK, dan bronkitis kronis.
Poin Penting
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar mencatat 970 kasus penyakit paru.
604 kasus diantaranya adalah gangguan saluran napas kronis.
Paparan polusi udara dan asap rokok menjadi salah satu penyebab.
Kabar Blitar – Gangguan saluran napas kronis menjadi kasus penyakit paru terbanyak di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dengan jumlah 604 kasus atau 62,27 persen dari total 970 kasus yang tercatat.
Dokter Spesialis Paru RSUD Mardi Waluyo, dr. Gandhi Estrada Atmanto, mengatakan kasus tersebut mencakup sejumlah penyakit, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan bronkitis kronis.
Jumlah kasus gangguan saluran napas kronis tersebut relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
“Gangguan saluran napas kronis masih mendominasi kasus penyakit paru di RSUD Mardi Waluyo,” ujar Gandhi.
Selain itu, rumah sakit mencatat 211 kasus infeksi saluran napas bawah akut maupun subakut, atau sebesar 21,75 persen dari keseluruhan kasus penyakit paru.
Sementara itu, sebanyak 155 kasus lainnya atau 15,98 persen masuk dalam kategori penyakit paru lain.
Gandhi menjelaskan, sejumlah faktor dapat berkaitan dengan tingginya kasus penyakit paru, di antaranya paparan polusi udara dan asap rokok serta infeksi akibat kuman, termasuk Mycobacterium tuberculosis.
“Beberapa faktor di antaranya polusi udara, termasuk asap rokok, hingga penyebaran kuman penyebab infeksi seperti Mycobacterium tuberculosis,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan, terutama saat terjadi perubahan cuaca yang dapat diikuti peningkatan keluhan saluran pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi perubahan cuaca,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.