Vape Bukan Jalan Pintas untuk Hidup Lebih Sehat, Dokter Paru Blitar Buka Suara
Dokter Spesialis Paru RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Gandhi Estrada Atmanto, mengingatkan bahwa rokok elektrik atau vape tetap berisiko mengganggu kesehatan paru-paru.
Poin Penting
Vape bukan pilihan yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional.
Vape berisiko menyebabkan iritasi saluran pernapasan dalam jangka pendek.
Masyarakat Kota Blitar diimbau tak anggap vape aman karena asapnya terlihat lebih tipis.
Kabar Blitar – Rokok elektrik atau vape tetap berisiko mengganggu kesehatan saluran pernapasan meski kerap dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional.
Dokter Spesialis Paru RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Gandhi Estrada Atmanto, mengatakan penggunaan vape dapat memicu iritasi saluran pernapasan dalam jangka pendek, sedangkan paparan jangka panjang berisiko menimbulkan penyakit serius.
“Rokok elektrik atau vape bukan pilihan yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional,” tegas Gandhi.
Menurutnya, anggapan bahwa vape lebih sehat masih banyak berkembang di masyarakat, termasuk kalangan anak muda.
Padahal, berdasarkan penelitian dan studi literatur yang ditemuinya, rokok elektrik tetap memiliki dampak terhadap kesehatan.
“Dalam jangka pendek bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Untuk jangka panjang, ada risiko penyakit serius yang perlu diwaspadai,” ujarnya.
Gandhi juga mengingatkan bahwa tipisnya asap yang terlihat saat menggunakan vape bukan berarti produk tersebut bebas dari risiko kesehatan.
“Jangan sampai karena asapnya tidak terlihat tebal, kemudian dianggap tidak berbahaya,” katanya.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada paru-paru, ia menyarankan masyarakat menghindari penggunaan rokok tembakau maupun rokok elektrik.
“Kalau ingin menekan risiko gangguan kesehatan paru, sebaiknya hindari rokok konvensional maupun rokok elektrik,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.