Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Antisipasi KIPI saat BIAS, Dinkes Blitar Siapkan SOP Berjenjang

Dinkes Kabupaten Blitar siapkan penanganan berjenjang antisipasi KIPI selama BIAS 2026 yang menyasar 48.065 anak sekolah.

Antisipasi KIPI saat BIAS, Dinkes Blitar Siapkan SOP Berjenjang
Imunisasi anak sekolah. (Ist)

Poin Penting

  • Dinkes Kabupaten Blitar siapkan mekanisme penanganan berjenjang untuk antisipasi KIPI selama BIAS 2026.
  • Program BIAS 2026 menyasar 48.065 anak sekolah dengan vaksin DT, Td, dan HPV.
  • Puskesmas Sutojayan, Binangun, dan Ponggok jadi wilayah dengan capaian imunisasi yang masih perlu ditingkatkan.

KBRB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menyiapkan mekanisme penanganan berjenjang untuk mengantisipasi kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) selama pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses imunisasi berjalan aman sekaligus memberikan respons cepat apabila anak mengalami reaksi setelah menerima vaksin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar drg. Anggit Ditya Putranto mengatakan setiap pelaksanaan imunisasi telah dilengkapi prosedur mitigasi risiko, termasuk penanganan apabila terjadi KIPI.

"Setiap tindakan imunisasi tentu memiliki prosedur mitigasi risiko. Kami telah menginstruksikan seluruh tim medis di lapangan untuk bersiaga sesuai SOP penanganan KIPI berjenjang. Jika ada anak yang mengalami reaksi pasca-penyuntikan, baik ringan maupun membutuhkan observasi lanjut, penanganannya langsung dilakukan secara cepat dan terstruktur oleh petugas medis," ujarnya.

Menurut Anggit, Dinkes telah menginstruksikan seluruh puskesmas dan tenaga kesehatan untuk menjalankan prosedur penanganan KIPI sesuai standar operasional yang berlaku.

Selain itu, kualitas vaksin juga dijaga melalui penerapan sistem rantai dingin atau cold chain selama proses penyimpanan dan distribusi hingga vaksin digunakan di lokasi pelayanan.

Anggit menjelaskan, setelah mendapatkan imunisasi menggunakan vaksin DT, Td, maupun HPV, kondisi anak akan dipantau oleh petugas kesehatan.

Apabila muncul keluhan atau reaksi tertentu, penanganan awal dilakukan di puskesmas.

"Apabila ditemukan keluhan atau reaksi tertentu, penanganan awal dilakukan oleh puskesmas setempat sesuai prosedur. Jika kondisi memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang telah disiapkan," paparnya.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan BIAS 2026 yang menyasar 48.065 anak sekolah di Kabupaten Blitar.

Dinkes juga memberikan perhatian terhadap sejumlah wilayah yang capaian imunisasinya masih perlu ditingkatkan, di antaranya wilayah kerja Puskesmas Sutojayan, Binangun, dan Ponggok.

Dinkes memastikan distribusi vaksin dilakukan sesuai standar penyimpanan untuk menjaga kualitas dan efektivitas vaksin hingga diberikan kepada sasaran.

Anggit juga mengimbau orang tua agar tidak ragu mengikutsertakan anak dalam program BIAS.

Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu langkah efektif untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

"Dengan kesiapan tersebut, Dinkes berharap pelaksanaan BIAS 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan mampu meningkatkan perlindungan kesehatan anak-anak di Kabupaten Blitar," tutupnya.

#Dinkes Kabupaten Blitar #Imunisasi di Blitar

Komentar 0

Baca Juga