Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Bajingan Masih Bertahan di Blitar, Penarik Cikar Kendaraan Pertanian Belum Punah

Cikar dan bajingan masih dapat ditemui di sejumlah wilayah pedesaan Blitar di tengah perkembangan kendaraan bermotor. Transportasi tradisional yang ditarik dua ekor sapi ini dahulu digunakan untuk mengangkut hasil bumi dan barang.

Cikar dan Bajingan di Blitar
Cikar dan Bajingan di wilayah Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Cikar masih ditemukan di sejumlah wilayah pedesaan di Blitar.

  • Cikar di Jawa menggunakan dua ekor sapi sebagai tenaga penarik.

  • Pengemudi cikar dikenal dengan sebutan bajingan.

Kabar Blitar – Di tengah semakin banyaknya kendaraan bermotor, cikar dan bajingan masih dapat ditemui di sejumlah wilayah pedesaan di Blitar.

Cikar merupakan alat transportasi tradisional yang dahulu banyak digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil bumi maupun berbagai jenis barang.

Di Jawa, kendaraan tradisional tersebut ditarik oleh dua ekor sapi yang dikendalikan oleh seorang pengemudi yang dalam budaya masyarakat Jawa dikenal dengan sebutan bajingan.

Keberadaan cikar di Blitar menjadi salah satu gambaran bahwa alat transportasi tradisional belum sepenuhnya hilang meski penggunaannya semakin terbatas.

Cikar biasanya digunakan untuk membawa barang, terutama hasil pertanian, dengan mengandalkan tenaga sapi untuk melewati jalan pedesaan.

Kendaraan ini juga memiliki kemampuan membawa beban yang cukup berat sehingga dahulu menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat agraris.

Bentuk cikar memiliki ciri khas pada bagian kerangkanya yang dibuat menggunakan kayu kuat.

Pada masa lalu, roda cikar umumnya menggunakan kayu jati tua yang dilapisi besi dengan diameter yang dapat mencapai sekitar 160 sentimeter.

Kayu jati dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal sebagai salah satu bahan yang banyak digunakan karena memiliki daya tahan tinggi.

Namun, roda kayu kini semakin jarang ditemukan karena banyak cikar telah menggunakan roda karet yang lebih ringan dan praktis.

Sementara bagian kerangkanya tetap membutuhkan kayu yang kuat, seperti bengkirai atau jenis kayu lain yang memiliki ketahanan terhadap beban.

Berbeda dengan delman atau dokar yang menggunakan kuda, cikar mengandalkan dua ekor sapi sebagai tenaga penarik.

Selain mengangkut hasil bumi dan barang, cikar pada masa lalu juga dapat digunakan untuk mengangkut orang, meski jumlahnya terbatas.

Keberadaan cikar berkaitan erat dengan kondisi wilayah pedesaan yang memiliki jalan berbatu atau medan yang tidak mudah dilalui kendaraan bermotor.

Sapi yang memiliki tenaga besar membuat cikar mampu membawa muatan melewati medan tersebut.

Sementara itu, pengemudi cikar dikenal dengan istilah bajingan.

Istilah tersebut pada awalnya merujuk pada profesi pengendali gerobak sapi atau cikar dalam masyarakat Jawa.

Bajingan memiliki keterampilan khusus untuk mengendalikan sapi, termasuk ketika membawa muatan melewati medan yang sulit.

Namun, makna kata bajingan kemudian mengalami perubahan dan kini lebih sering digunakan sebagai kata makian atau sebutan bernada negatif.

Pergeseran makna tersebut menjadi bagian menarik dari sejarah istilah bajingan yang dahulu berkaitan dengan pekerjaan pengemudi cikar.

Dalam perkembangannya, kata bajingan juga memiliki sejumlah makna lain di berbagai daerah, termasuk sebagai sebutan makanan berbahan singkong di Temanggung, Jawa Tengah.

Meski penggunaannya tidak lagi sebanyak dahulu, cikar dan bajingan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan di Blitar.

Kehadirannya menunjukkan bahwa transportasi tradisional masih memiliki fungsi tertentu, terutama untuk mengangkut barang di wilayah yang tidak selalu mudah dijangkau kendaraan modern.

Cikar sekaligus menjadi bagian dari jejak kehidupan masyarakat agraris yang pernah mengandalkan tenaga hewan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Di Blitar, keberadaan cikar dan bajingan menjadi salah satu tradisi yang masih dapat dilihat di tengah perkembangan transportasi modern.

#Cikar Blitar #Kabupaten Blitar #Sapi Blitar

Komentar 0

Baca Juga