Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Jangan Tertipu! Konsumsi Suplemen Berlebihan Bisa Picu Risiko Microsleep Saat Berkendara

Dinkes Kabupaten Blitar mengingatkan suplemen bukan pengganti istirahat saat mudik Lebaran 2026. Pengendara diminta tetap menjaga tidur cukup guna mencegah kelelahan dan risiko microsleep di jalan.

Jangan Tertipu! Konsumsi Suplemen Berlebihan Bisa Picu Risiko Microsleep Saat Berkendara
Ilustrasi persiapan mudik dan arus balik.

Poin Penting

  • Suplemen hanya sebagai pendukung, bukan pengganti istirahat dan tidur.
  • Tidur ideal orang dewasa berkisar 6–8 jam per hari untuk menjaga kebugaran.
  • Kelelahan saat berkendara berisiko microsleep yang dapat memicu kecelakaan.

Kabar Blitar – Konsumsi suplemen atau vitamin tambahan kerap menjadi pilihan para pengendara untuk menjaga stamina saat perjalanan jauh pada momen Lebaran 2026. 

Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengingatkan bahwa suplemen bukanlah “obat ajaib” yang dapat menggantikan kebutuhan dasar tubuh, terutama istirahat dan tidur yang cukup.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, menjelaskan bahwa secara biologis manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur waktu istirahat, khususnya pada malam hari. 

Memaksakan tubuh untuk terus beraktivitas di luar batas kemampuan, meskipun dengan bantuan suplemen, justru berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

“Boleh saja mengonsumsi suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh saat berkendara, tetapi tidak boleh berlebihan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pada prinsipnya tubuh manusia memerlukan aktivitas dan istirahat yang seimbang.

"Manusia itu secara biologis butuh istirahat di malam hari, jadi jangan memaksakan diri melawan jam biologis tubuh hanya karena merasa sudah minum vitamin," jelasnya.

Ia menegaskan, kebutuhan istirahat ideal bagi orang dewasa adalah tidur berkualitas selama 6 hingga 8 jam setiap hari. 

Suplemen hanya berfungsi sebagai pendukung nutrisi tambahan, bukan untuk menghilangkan rasa kantuk atau menekan sinyal kelelahan secara terus-menerus.

“Kunci utama kebugaran saat mudik tetap pada istirahat yang cukup. Jangan sampai karena merasa sudah mengonsumsi suplemen tertentu, kita lantas mengabaikan rasa lelah dan tetap memaksakan diri menyetir,” paparnya.

Dirinya secara tegas mengungkapkan bahwa mengemudi dengan kondisi tubuh yang lelah justru bisa berdampak buruk.

"Kondisi tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu microsleep yang berujung fatal di jalan raya," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan nutrisi dari makanan bergizi seimbang serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. 

Menurutnya, kondisi tubuh yang bugar secara alami jauh lebih efektif dalam menghadapi tekanan dan risiko selama perjalanan dibandingkan dengan tubuh yang terus dipacu oleh stimulan.

"Kelola stres dengan baik dan tetap lakukan olahraga ringan meski sedang masa liburan. Keseimbangan antara gerak fisik, makanan bergizi, dan tidur adalah 'suplemen' terbaik," pungkasnya.

#Arus Balik Blitar #Dinkes Kabupaten Blitar #Mudik Lebaran

Komentar 0

Baca Juga