Dari Sungai ke Meja Makan, Kelezatan Iwak Uceng Jadi Andalan Kuliner Khas Blitar
Kuliner khas Blitar berbahan Iwak Uceng seperti Iwak Uceng Goreng dan Peyek Iwak Uceng kian populer sebagai hidangan gurih renyah sekaligus oleh-oleh khas daerah.
Poin Penting
- Iwak Uceng jadi bahan utama kuliner khas Blitar yang populer.
- Olahan seperti iwak uceng goreng dan peyek banyak diburu wisatawan.
- Kuliner ini berkembang jadi produk UMKM dan oleh-oleh khas daerah.
Iwak Uceng merupakan ikan air tawar berukuran kecil yang banyak ditemukan di sungai pedalaman Blitar dengan karakter renyah saat digoreng, aroma khas, serta rasa gurih alami yang tidak membutuhkan banyak bumbu.
Keunggulan rasa tersebut menjadikan Iwak Uceng sebagai bahan utama dalam dua kuliner khas Blitar yang semakin populer yakni Iwak Uceng goreng dan peyek Iwak Uceng.
Kedua olahan ini kini tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga mulai dikenal luas hingga menjadi incaran wisatawan kuliner di berbagai tempat.
Iwak Uceng goreng menjadi lauk favorit warga Blitar yang diolah dengan cara sederhana melalui proses pembersihan, pemberian garam dan bawang putih, lalu digoreng hingga kering sehingga menghasilkan tekstur kriuk dan rasa gurih.
Sajian ini umumnya dinikmati bersama nasi hangat dan sambal tomat pedas yang memperkuat cita rasa khasnya.
Iwak Uceng goreng juga banyak dijual dalam bentuk kemasan seperti keripik di pasar tradisional maupun pusat oleh-oleh, sementara versi segarnya dapat ditemukan di warung makan khas Blitar terutama di kawasan Wlingi, Kesamben, dan Lodoyo.
Inovasi penyajian bahkan menghadirkan Iwak Uceng goreng sebagai topping pecel yang memberikan sensasi rasa berbeda dan menarik perhatian pecinta kuliner.
Selain sebagai lauk, Iwak Uceng goreng juga menjadi camilan praktis yang bisa dinikmati kapan saja tanpa perlu pengolahan tambahan.
Sementara itu, peyek Iwak Uceng hadir sebagai varian rempeyek dengan tambahan ikan Iwak Uceng pada adonan tepung berbumbu yang digoreng hingga renyah dengan bentuk pipih dan warna keemasan.
Keistimewaan peyek Iwak Uceng terletak pada perpaduan dua tekstur renyah sekaligus dari tepung dan ikan Iwak Uceng yang memberikan sensasi gurih tanpa perlu tambahan saus maupun penyedap.
Produk ini umumnya dijual dalam kemasan plastik di toko oleh-oleh Blitar dengan harga mulai dari Rp10 ribu per bungkus sehingga cocok sebagai camilan maupun buah tangan.
Iwak Uceng tidak hanya bernilai kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari identitas lokal yang berkaitan erat dengan ekosistem sungai seperti Kali Lekso, Kali Brantas, dan Kali Tugu sebagai habitat alaminya.
Sebagian masyarakat bahkan memiliki tradisi menangkap Iwak Uceng secara bersama saat musim kemarau serta memanfaatkannya sebagai sumber penghidupan.
Perkembangan kuliner berbasis Iwak Uceng juga mendorong pelaku UMKM menghadirkan inovasi produk seperti abon Iwak Uceng, nasi campur Iwak Uceng, hingga sambal Iwak Uceng dalam kemasan.
Di media sosial, popularitas Iwak Uceng goreng dan peyek Iwak Uceng semakin meningkat melalui konten kreator lokal yang memperkenalkan kelezatannya kepada publik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner lokal berbahan sederhana seperti Iwak Uceng memiliki potensi besar menembus pasar lebih luas melalui pengemasan menarik serta kekuatan cerita lokal yang autentik.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.