Dari Dapur Hajatan hingga Toko Oleh-oleh, Jenang Tetap Bertahan di Blitar
Tercatat dalam Serat Centhini pada 1814–1823, jenang merupakan makanan tradisional yang lekat dengan hajatan pernikahan dan kini menjadi jajanan di toko oleh-oleh Blitar.
Tercatat dalam Serat Centhini pada 1814–1823, jenang merupakan makanan tradisional yang lekat dengan hajatan pernikahan dan kini menjadi jajanan di toko oleh-oleh Blitar.
Es Pleret Blitar menjadi minuman tradisional legendaris seharga Rp6 ribuan dengan perpaduan pleret, dawet, santan, dan gula merah yang tetap digemari wisatawan.
Perajin enting-enting di Karangsari, Kota Blitar, berinovasi campur kacang dengan wijen untuk bertahan saat harga kacang tanah naik hampir 50 persen.
Meski daerah lain juga memiliki kuliner nasi pecel sebagai makanan khasnya, pecel khas Blitar memiliki cita rasa gurih dan pedas dengan peyek tipis renyah yang membuatnya masih dinikmati hingga saat ini.
Kuliner khas Blitar berbahan Iwak Uceng seperti Iwak Uceng Goreng dan Peyek Iwak Uceng kian populer sebagai hidangan gurih renyah sekaligus oleh-oleh khas daerah.