Cerita Tentang Es Pleret Blitar, Kuliner Turun-temurun yang Asal-usulnya Masih Jadi Tanda Tanya
Es pleret merupakan minuman tradisional legendaris khas Kota Blitar, Jawa Timur, yang dibuat dari tepung beras, santan, gula merah, dan es batu. Meski tahun kemunculannya belum diketahui pasti, kuliner ini telah dijual sejak puluhan tahun lalu.
Poin Penting
Es pleret dikenal sebagai kuliner tradisional khas Kota Blitar.
Sejarah kemunculan es pleret belum diketahui secara pasti.
Cerita tentang Kayat sebagai pencetusnya masih berupa cerita lisan.
Kabar Blitar – Es pleret menjadi salah satu minuman tradisional yang dikenal sebagai kuliner khas Kota Blitar, Jawa Timur.
Perpaduan pleret berbahan tepung beras, santan, gula merah, dan es batu membuat minuman ini tetap memiliki tempat di tengah beragam minuman modern.
Meski dikenal sebagai kuliner legendaris, tahun awal kemunculan es pleret belum diketahui secara pasti.
Namun, minuman ini telah dijual oleh pedagang di Blitar sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat setempat.
Es pleret disebut sebagai salah satu minuman favorit masyarakat yang dapat ditemukan di kawasan Alun-Alun Kota Blitar.
Sejumlah pedagang juga mempertahankan usaha es pleret secara turun-temurun.
Kondisi tersebut turut menjaga keberadaan minuman tradisional ini di tengah perkembangan usaha kuliner.
Nama es pleret berkaitan dengan bahan utamanya, yakni pleret yang dibuat dari adonan tepung beras.
Adonan tersebut dibentuk menjadi bulatan bertekstur kenyal, kemudian disajikan bersama santan, gula merah, dan es batu.
Pleret biasanya memiliki warna putih, merah, atau hijau.
Perpaduan warna tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari minuman tradisional lainnya.
Selain catatan sejarah mengenai pedagang, terdapat pula cerita lisan yang menghubungkan es pleret dengan masa Presiden Soekarno.
Seorang pedagang bernama Rohman menyebut sosok Kayat sebagai orang yang disebut-sebut menjadi pencetus es pleret setelah mendapat tugas dari Soekarno.
Namun, cerita tersebut belum didukung dokumentasi sejarah yang memastikan kronologi kemunculannya.
Keberadaan es pleret juga pernah mendapat perhatian melalui festival yang digelar Pemerintah Kota Blitar pada 2018.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 22.000 gelas es pleret disajikan kepada pengunjung Alun-Alun Kota Blitar.
Hingga kini, es pleret menjadi salah satu kuliner tradisional yang merepresentasikan kekayaan cita rasa lokal Blitar sekaligus usaha kuliner yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.