Membaca Menjadi Bentuk Perlawanan, Jangan Biarkan Pikiran Dibentuk Orang Lain
Membaca dapat menjadi bentuk perlawanan diam di tengah krisis pengetahuan dan derasnya arus informasi. Membaca secara mendalam membantu manusia memeriksa informasi, memahami realitas sosial, membangun kesadaran, dan mempertahankan kebebasan berpikir.
Kabar Blitar – Membaca sering dipahami sebatas aktivitas untuk memperoleh informasi atau pengetahuan dari buku, artikel, dan berbagai sumber lainnya.
Namun, di tengah derasnya arus informasi, membaca dapat memiliki makna yang lebih luas, yakni menjadi bentuk perlawanan diam terhadap ketidaktahuan, kemalasan berpikir, budaya instan, dan informasi yang diterima tanpa pemeriksaan.
Pada zaman ketika kekuasaan tidak hanya bekerja melalui penguasaan sumber daya, pengetahuan juga dapat menjadi ruang pertarungan.
Pengetahuan menentukan apa yang diketahui, apa yang dilupakan, apa yang dianggap benar, serta suara siapa yang dianggap layak didengar.
Dalam kondisi tersebut, membaca bukan lagi sekadar kegiatan memahami tulisan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran.
Persoalannya, masyarakat hari ini hidup dalam paradoks informasi.
Informasi tersedia dalam jumlah yang sangat besar, tetapi melimpahnya informasi tidak otomatis melahirkan masyarakat yang lebih berpengetahuan.
Kita dapat membaca judul berita, membagikannya ke media sosial, kemudian ikut berkomentar tanpa pernah memeriksa sumber maupun membaca keseluruhan isinya.
Kebiasaan semacam itu membuat manusia lebih mudah bereaksi daripada memahami.
Membaca secara mendalam menjadi penting karena memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak, memeriksa informasi, membandingkan sumber, dan mempertanyakan sesuatu yang dianggap benar.
Literasi karena itu tidak cukup dipahami sebagai kemampuan teknis membaca dan menulis.
Literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami realitas sosial.
Seorang mahasiswa tidak cukup hanya membaca buku kuliah untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membaca kehidupan di sekitarnya.
Ketimpangan, kemiskinan, pengangguran, kerusakan lingkungan, dan berbagai persoalan masyarakat merupakan teks kehidupan yang juga harus dibaca.
Tradisi gerakan mahasiswa sendiri tidak dapat dilepaskan dari kegiatan membaca, berdiskusi, dan mempertanyakan keadaan.
Kampus seharusnya tidak hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dan menguji pemikiran.
Tanpa tradisi membaca dan berdiskusi, gerakan mahasiswa berisiko kehilangan dasar pengetahuannya dan sekadar menjadi reaksi terhadap keadaan.
Hal yang sama berlaku ketika membaca sejarah.
Sejarah merupakan catatan tentang manusia dan keadaan yang pernah dihadapi generasi sebelumnya.
Membaca sejarah berarti berbicara dengan masa lalu, mempelajari kesalahan, sekaligus mencari pemahaman agar kesalahan yang sama tidak terus berulang.
Masyarakat yang mudah lupa akan lebih mudah mengulangi persoalan yang pernah terjadi.
Ketidaktahuan membuat manusia lebih mudah menerima sesuatu tanpa banyak pertanyaan.
Sebaliknya, pengetahuan memberi seseorang pilihan untuk mempertimbangkan, menguji, dan menentukan sikap berdasarkan pemahaman.
Di titik inilah membaca memiliki arti penting bagi kebebasan berpikir.
Buku memberikan bahasa, realitas menghadirkan pertanyaan, sedangkan diskusi dan gerakan mempertemukan keduanya.
Pengetahuan yang hanya berhenti pada diri sendiri menjadi pengetahuan pribadi, tetapi pengetahuan yang dibawa ke ruang diskusi dapat berkembang menjadi kesadaran bersama.
Membaca pada akhirnya bukan sekadar kegiatan membuka halaman demi halaman.
Membaca merupakan upaya mempertahankan kemampuan berpikir di tengah budaya serba cepat, informasi yang tidak selalu terverifikasi, dan kecenderungan menerima sesuatu hanya karena banyak orang mengatakannya.
Dengan membaca, manusia memiliki kesempatan untuk melihat bahwa dunia tidak selalu sebagaimana yang dikatakan kepadanya.
Karena itu, membaca dapat menjadi bentuk perlawanan yang paling diam, tetapi penting: perlawanan agar pikiran tidak sepenuhnya dibentuk oleh orang lain.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.