Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
News

Dipercaya Mendatangkan Berkah, Ribuan Warga Berebut Air Siraman Gong Kiai Pradah

Ribuan warga padati Alun-Alun Lodoyo, Sutojayan, Blitar, berebut air dan tumpeng dalam tradisi siraman Gong Kiai Pradah, Kamis (27/8/2026).

Air siraman Gong Kiai Pradah
Warga berebut air siraman Gong Kiai Pradah. (KBRB)

Poin Penting

  • Ribuan warga padati Alun-Alun Lodoyo, Sutojayan, Blitar, dalam tradisi siraman Gong Kiai Pradah, Kamis (27/8/2026), sambil berebut air dan tumpeng.

  • Prosesi diawali kirab gong dari pendopo, dibersihkan dengan air kembang, sebelum air bekas siraman dibagikan ke warga lewat dua unit mobil damkar.

  • Warga meyakini air dan daun dari prosesi membawa berkah, sebagian bahkan membawanya pulang untuk dicampur ke tanaman sawah.

Kabar Blitar – Ribuan warga memadati Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, untuk mengikuti tradisi siraman atau jamasan Gong Kiai Pradah, Kamis (27/8/2026).

Warga tidak hanya menyaksikan prosesi jamasan, tetapi juga berebut tumpeng dan air bekas siraman gong.

Anak-anak hingga lanjut usia terlihat memenuhi kawasan lokasi prosesi meski berada di bawah terik matahari.

Pantauan tim Kabar Blitar di lokasi, sejumlah warga bahkan membawa botol atau wadah untuk menampung air bekas siraman.

Air tersebut dipercaya sebagian warga sebagai bagian dari tradisi mencari berkah.

Prosesi jamasan diawali dengan kirab Gong Kiai Pradah dari tempat penyimpanan di pendopo.

Gong kemudian dibawa menuju lokasi siraman yang berada di sebuah bangunan panggung.

Di lokasi tersebut, Gong Kiai Pradah dibersihkan menggunakan air kembang sebelum kembali ditutup dengan kain putih.

Dua unit mobil pemadam kebakaran digunakan untuk menampung air bekas siraman.

Air tersebut kemudian disiramkan kepada warga yang telah menunggu di sekitar lokasi.

Salah seorang warga asal Kecamatan Talun, Rahmad, mengaku rutin datang setiap tahun untuk mengikuti tradisi tersebut.

"Iya setiap tahun datang, cari berkah dari Mbah Kiai Pradah. Sudah tradisi sejak dulu," ujar Rahmad kepada Kabar Blitar, Kamis (27/8/2026).

Rahmad sengaja membawa botol untuk menampung air bekas siraman Gong Kiai Pradah.

Ia juga mengambil beberapa daun yang digunakan dalam prosesi jamasan.

Daun tersebut, menurutnya, akan digunakan untuk tanaman di sawah — ia meyakini daun tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus membantu menyuburkan tanaman.

"Ini [daun] untuk dicampur ke tanaman sawah, biar berkah dan biar subur," terangnya.

#Jamasan Gong Kyai Pradah Blitar #Siraman Gong Kyai Pradah Blitar

Komentar 0

Baca Juga