Sejumlah Siswa Sakit Usai Konsumsi MBG, Wali Kota Blitar: BGN Suspend SPPG Bersangkutan
SPPG yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SLB di Kota Blitar disebut mendapat sanksi suspend dari BGN setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan.
Poin Penting
SPPG yang mendistribusikan MBG untuk SLB di Kota Blitar disebut telah mendapat sanksi.
Pemkot Blitar telah melaporkan kejadian keluhan kesehatan siswa kepada BGN.
Sanksi yang diterima oleh SPPG tersebut berupa suspend.
Kabar Blitar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SLB Kota Blitar disebut mendapat sanksi suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN) setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah melaporkan kejadian tersebut kepada BGN, baik secara informal maupun formal.
“Kami di pemkot sudah melaporkan kepada BGN baik informal dan formal. Pemkot Blitar siap menangani, beberapa fasilitas juga sudah disiapkan penanganan,” ujar Syauqul.
Syauqul mengatakan penyebab munculnya keluhan kesehatan pada siswa masih dalam proses penelitian.
Pemkot Blitar juga melakukan pengecekan terhadap pemenuhan standar operasional prosedur (SOP), termasuk batas waktu makanan sejak selesai dimasak hingga dikonsumsi.
“Untuk penyebab keracunan juga sudah kita teliti, dilihat dari SOP-nya juga sudah terpenuhi dengan tidak lebih dari empat jam setelah masak,” jelasnya.
Terkait sanksi terhadap SPPG, Syauqul menegaskan kewenangan pemberian sanksi berada di BGN.
Namun, dia mengaku telah mendapat informasi bahwa SPPG yang menangani distribusi MBG untuk SLB tersebut telah dikenai sanksi suspend.
“Untuk sanksi itu kan yang berhak memberikan dari BGN. Namun saya dengar sepertinya sudah diberikan sanksi suspend. Sudah mendengar terkait SPPG tersebut, infonya sudah,” pungkasnya.
Sebelumnya, satu dari sembilan siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan program MBG mendapat penanganan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.
Waka Sarpras SLB Negeri 1 Kota Blitar Yulia menyebut bahwa terdapat sembilan siswa yang mengalami keluhan sakit perut, mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (16/9/2026).
Pihak sekolah memastikan tidak ada siswa yang menjalani rawat inap dan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah diperbolehkan pulang.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.