22 Anak Alami Keluhan Kesehatan Usai Santap MBG, Dinkes Blitar Uji Sampel Makanan
Sebanyak 22 siswa dari SLB Negeri 1 Kota Blitar dan satu SMP swasta mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (16/9/2026).
Poin Penting
Sebanyak 22 siswa di Kota Blitar mengalami masalah kesehatan setelah konsumsi MBG.
Jumlah tersebut berasal dari dua lembaga pendidikan di Kota Blitar mengalami keluhan kesehatan.
Dinkes Kota Blitar mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.
Kabar Blitar – Sebanyak 22 siswa dari dua lembaga pendidikan di Kota Blitar mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (16/9/2026).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar kemudian melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan tersebut.
Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan petugas mengambil sejumlah sampel makanan yang diduga dikonsumsi para siswa untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
"Dalam penanganan yang diduga adanya kontaminasi pada makanan, kami melakukan proses sesuai SOP," kata dia, Kamis (17/9/2026).
Menurut Dissie, investigasi juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan sampel untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
Di sisi lain, penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan tetap menjadi prioritas selama proses investigasi berlangsung.
"Tentu yang pertama kami memberikan penanganan pada pasien tersebut agar bisa teratasi keluhannya," ucapnya.
Dissie mengatakan data terakhir yang diterima Dinkes mencatat sebanyak 22 siswa mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Puluhan siswa tersebut berasal dari SLB Negeri 1 Kota Blitar dan satu SMP swasta.
Hingga Kamis (17/9/2026), Dinkes tidak menerima laporan adanya siswa yang masih harus menjalani perawatan akibat keluhan tersebut.
Sejumlah siswa yang sebelumnya mendapat penanganan juga dilaporkan telah membaik.
Sebagian siswa yang sempat menjalani observasi telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik dan mendapatkan obat.
Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan untuk memastikan ada atau tidaknya kontaminasi serta mengetahui penyebab keluhan yang dialami para siswa.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.