Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Investigasi 22 Siswa Kota Blitar Sakit Usai Makan MBG, 5 Jenis Sampel Dikirim ke Laboratorium Surabaya

Dinkes Kota Blitar mengirim sampel makanan MBG ke laboratorium BPLK Surabaya untuk mengusut gejala yang dialami 22 siswa.

Keracunan MBG Kota Blitar
Ilustrasi SPPG penyedia MBG di Kota Blitar.

Poin Penting

  • Investigasi terhadap penyebab 22 siswa mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG berlanjut.

  • Dinkes Kota Blitar mengirim sampel makanan MBG ke laboratorium BPLK Surabaya.

  • Dinkes belum menyimpulkan penyebab keluhan yang dialami 22 siswa.

Kabar Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengirim sejumlah sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke laboratorium BPLK Surabaya untuk diperiksa sebagai bagian dari investigasi terhadap 22 siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG.

Sampel yang diperiksa berasal dari makanan dalam beberapa kondisi, mulai yang belum dikonsumsi, sudah dimasak, hingga yang telah dimakan.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi pada makanan tersebut.

“Jadi untuk standar operasional prosedur dalam penanganan keracunan makanan atau kontaminasi pangan kami harus melakukan investigasi," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini.

Setelah melakukan investigasi, sampel dari makanan harus melalui pemeriksaan laboratorium.

"Kemudian sampel yang dimungkinkan di situ terkontaminasi dilakukan pemeriksaan laboratorium, dalam hal ini kami standarisasinya dengan BPLK Surabaya,” jelasnya.

Dissie menyebut sampel makanan yang dikirim di antaranya nasi, rolade, telur, tahu, sayuran tumis, dan buah melon.

Sampel tersebut menjadi bahan pemeriksaan untuk mendalami penyebab munculnya gejala pada sejumlah siswa.

“Kemarin ada lima macam ya. Nasi, kemudian rolade, telur, tahu, sama sayuran tumis ya, sama buah melon,” paparnya.

Hingga kini, Dinkes belum menyimpulkan penyebab munculnya gejala pada siswa karena tidak semua penerima manfaat yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami keluhan kesehatan.

“Ya, asas praduga tak bersalah semuanya. Karena dari sekian penerima manfaat yang sudah makan itu, yang bergejala kemarin 22 orang,” katanya.

Menurut Dissie, pemeriksaan juga perlu melihat kondisi penerima manfaat yang mengonsumsi makanan tetapi tidak mengalami gejala.

“Jadi kan kami juga perlu tahu ini yang mengonsumsi tapi tidak bergejala kenapa? Jadi tidak bisa kami menyimpulkan dalam waktu yang singkat ini. Masih perlu ada proses yang perlu kita dalami,” tuturnya.

Dinkes Kota Blitar masih memantau kondisi siswa yang mengonsumsi makanan MBG tersebut.

Hingga kemarin, tidak ada tambahan siswa yang mengalami gejala.

“Alhamdulillah mulai kemarin tidak ada tambahan,” ucapnya.

#Dinkes Kota Blitar #Keracunan MBG #MBG Blitar

Komentar 0

Baca Juga