Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

SPPG Cik Ditiro Kena Suspend Dua Pekan, 17 Sekolah di Kota Blitar Tak Dapat MBG

Sebanyak 17 satuan pendidikan dan lima ILP di Kota Blitar sementara tidak menerima MBG setelah SPPG Cik Ditiro disuspend.

SPPG Kota Blitar
SPPG Cik Ditiro Kota Blitar kena suspend BGN,

Poin Penting

  • SPPG Cik Ditiro menjadi penyalur MBG ke 17 satuan pendidikan dan lima ILP.

  • Penghentian sementara distribusi MBG berlaku setelah siswa mengalami mual dan muntah.

  • BGN Kota Blitar masih menunggu hasil uji laboratorium sampel menu MBG.

Kabar Blitar – Sebanyak 17 satuan pendidikan dan lima Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kota Blitar sementara tidak menerima distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cik Ditiro disuspend.

SPPG yang berada di Kelurahan Sentul tersebut merupakan salah satu penyalur MBG ke sejumlah sekolah, termasuk SLB Negeri 1 Kota Blitar dan SMP Al Muhafizhoh yang siswanya sempat mengalami keluhan mual dan muntah.

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Blitar Titik Nur Azizah mengatakan, penghentian sementara SPPG Cik Ditiro berdampak pada seluruh penerima manfaat yang selama ini mendapat distribusi dari SPPG tersebut.

“Setelah SPPG Cik Ditiro disuspend, secara keseluruhan terdapat sekitar 17 satuan pendidikan dan 5 ILP yang sementara tidak mendapatkan distribusi MBG,” ujar Titik.

Menurutnya, penghentian distribusi tersebut bersifat sementara sambil menunggu proses evaluasi dan tindak lanjut dari pihak terkait.

Untuk kelompok penerima manfaat kategori B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, hingga kini belum ada laporan munculnya keluhan serupa.

Namun, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel menu MBG yang didistribusikan pada Rabu (16/9) untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami sejumlah siswa.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Blitar Tri Iman Prasetyono mengatakan, SPPG yang mendistribusikan makanan ke SLB Negeri 1 Kota Blitar dan SMP Al Muhafizhoh disuspend selama dua pekan.

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak Kamis (17/9) sebagai bagian dari evaluasi setelah muncul laporan siswa mengalami mual dan muntah.

Tri Iman mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa.

“Setiap orang memiliki sensitivitas tubuh yang berbeda terhadap bahan makanan tertentu. Terlebih, satu SPPG dapat melayani hingga sekitar 2.000 penerima. Karena itu, SPPG harus semakin berhati-hati dalam proses penyediaan makanan,” katanya.

#Keracunan MBG #MBG Blitar #SPPG di Blitar

Komentar 0

Baca Juga