Waspada! Flushing Bendungan Wlingi–Lodoyo Picu Lonjakan Debit Air Selama 6 Hari
Perum Jasa Tirta I menjadwalkan flushing Bendungan Wlingi Raya–Bendungan Lodoyo pada 18–23 Mei 2026, warga diimbau waspada lonjakan debit air.
Poin Penting
- Flushing bendungan Wlingi–Lodoyo berlangsung 18–23 Mei 2026.
- Debit air sungai diperkirakan meningkat signifikan selama proses.
- Warga diminta menjauhi area sungai demi keselamatan.
Kabar Blitar – Aktivitas flushing atau yang dikenal sebagai pladu di Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo dipastikan berlangsung pada 18 hingga 23 Mei 2026.
Selama periode tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena debit air sungai diperkirakan meningkat signifikan.
Keputusan jadwal ini diambil setelah koordinasi antara Perum Jasa Tirta I bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan PLN Blitar.
Kasub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas I, Arief Satria, menjelaskan bahwa flushing akan berlangsung selama enam hari dan berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai.
“Flushing Bendungan Wlingi dan Lodoyo dimulai 18 Mei hingga 23 Mei. Kami minta masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai,” ujarnya, Selasa (14/4).
Ia merinci, pada 18 Mei pukul 06.00 WIB akan dilakukan penghentian sementara operasional PLTA serta penutupan pintu irigasi guna proses sterilisasi.
Selanjutnya, pada 23 Mei pukul 16.00 WIB, pintu spillway akan kembali ditutup dan pintu irigasi dibuka secara bertahap.
Selain itu, penyesuaian debit air juga akan dilakukan saat pembukaan kembali aliran irigasi. Langkah ini dilakukan agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan sesuai kebutuhan. “Penyesuaian debit dilakukan agar kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi,” jelasnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, turut dibahas pola pelaksanaan flushing ke depan agar lebih terencana.
Perum Jasa Tirta I menargetkan komunikasi dengan HIPPA dapat dilakukan lebih awal sebelum kegiatan berlangsung.
“Ke depan, koordinasi akan dilakukan minimal satu bulan sebelum pelaksanaan agar jadwal lebih matang,” tambahnya.
Pihaknya berharap proses flushing berjalan lancar tanpa mengganggu kebutuhan air masyarakat. Namun demikian, warga tetap diimbau untuk menjauhi area sungai selama kegiatan berlangsung.
“Kami anjurkan masyarakat untuk tidak mendekati sungai, karena debit air saat flushing jauh lebih besar dari biasanya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, flushing merupakan proses pengosongan dan penggelontoran sedimentasi dari dasar waduk. Aktivitas ini menyebabkan aliran air menjadi lebih deras dari kondisi normal.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.