Penutupan Bendungan Lahor, Dishub Blitar Siapkan Jalur Alternatif
Dishub Kabupaten Blitar siapkan jalur alternatif via Kesamben-Ngadri-Kalipare antisipasi kemacetan usai penutupan Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026.
Poin Penting
- Penutupan akses Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026 diperkirakan alihkan sekitar 6.700 kendaraan per hari ke Jalur Nasional Blitar–Malang.
- Dishub siapkan jalur alternatif via Simpang Tiga Kesamben–Ngadri–Kalipare sepanjang sekitar 16 kilometer, selisih waktu tempuh sekitar 10 menit.
- Penutupan bertepatan dengan musim giling tebu yang berpotensi menambah volume kendaraan berat di jalur nasional.
KBRB – Penutupan akses kendaraan roda empat di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, mulai 1 Agustus 2026 diperkirakan akan berdampak pada arus lalu lintas di Jalur Nasional Blitar–Malang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar pun mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi potensi kemacetan maupun kecelakaan.
Meski bukan merupakan jalan umum, puncak Bendungan Lahor selama ini menjadi jalur alternatif favorit bagi pengendara dari Blitar menuju Malang.
Berdasarkan data yang ada, sekitar 6.700 kendaraan melintas setiap hari, termasuk sekitar 2.800 mobil.
Dengan ditutupnya akses tersebut, ribuan kendaraan diperkirakan kembali menggunakan Jalur Nasional Blitar–Malang yang dikenal memiliki banyak tikungan tajam.
Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih penutupan berlangsung bertepatan dengan musim giling tebu yang biasanya menambah volume kendaraan berat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Anjar Eko Atmanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel untuk memantau kondisi lalu lintas setelah penutupan Bendungan Lahor diberlakukan.
"Rencananya akan kita siapkan dua personel yang akan memantau kondisi jalur pasca Bendungan Lahor ditutup," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Selain menempatkan petugas di lapangan, Dishub Kabupaten Blitar juga melakukan survei terhadap jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan pengendara apabila terjadi kepadatan di Jalur Nasional Blitar–Malang.
"Jadi ada jalur alternatif yakni dari Simpang Tiga Kesamben ke selatan, kemudian ke timur menuju Ngadri, lurus terus kemudian akan tembus ke Kalipare," jelas Anjar.
Jalur alternatif tersebut memiliki panjang sekitar 16 kilometer. Meski sedikit lebih jauh, waktu tempuhnya hanya berbeda sekitar 10 menit dibandingkan menggunakan Jalur Nasional Blitar–Malang, sehingga dinilai cukup layak menjadi pilihan ketika arus kendaraan mengalami kepadatan.
Pemkab Blitar berharap langkah antisipasi tersebut dapat menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan selama penutupan akses Bendungan Lahor berlangsung.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.