Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

Nilai Tukar Dolar Menguat, Produk Ekspor Unggulan Blitar Berpeluang Cetak Keuntungan Lebih Tinggi

Pergerakan kurs dolar terhadap rupiah dinilai membuka peluang peningkatan nilai transaksi ekspor dari berbagai komoditas unggulan Kabupaten Blitar. Namun pelaku usaha tetap menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Nilai Tukar Dolar Menguat, Produk Ekspor Unggulan Blitar Berpeluang Cetak Keuntungan Lebih Tinggi
Salah satu komoditas ekspor milik Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Disperindag Kabupaten Blitar menilai penguatan dolar AS berpotensi meningkatkan keuntungan eksportir karena sebagian besar transaksi perdagangan internasional menggunakan mata uang dolar.
  • Produk unggulan Kabupaten Blitar yang telah menembus pasar ekspor antara lain furnitur, kerajinan tangan, kendang jimbe, tanaman hias, dan ikan koi.
  • Meski nilai tukar dolar menguat, Disperindag mengingatkan bahwa keuntungan eksportir tetap dipengaruhi permintaan pasar global yang saat ini masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi perdagangan internasional.

Kabar Blitar – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi pelaku usaha ekspor di Kabupaten Blitar.

Namun, peluang tersebut masih dibayangi ketidakpastian kondisi ekonomi global yang dapat memengaruhi permintaan pasar internasional.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Murlina, mengatakan sejumlah produk unggulan daerah selama ini telah berhasil menembus pasar ekspor.

Komoditas tersebut di antaranya furnitur, kerajinan tangan, kendang jimbe, tanaman hias, hingga ikan koi.

Menurutnya, secara teori penguatan dolar AS dapat meningkatkan nilai penerimaan eksportir karena transaksi perdagangan internasional umumnya menggunakan mata uang tersebut.

“Kalau kita bicara aktivitas ekspor, dengan adanya kenaikan nilai tukar dolar saat ini, secara matematis harusnya memang bisa mendatangkan persentase keuntungan yang bertambah bagi para pelaku usaha di Blitar,” ujarnya.

Meski demikian, Murlina menegaskan bahwa peningkatan nilai tukar dolar tidak otomatis menjamin keuntungan yang lebih besar bagi eksportir.

Faktor permintaan pasar global masih menjadi penentu utama keberhasilan perdagangan internasional.

Ia menjelaskan, kondisi perekonomian dunia yang masih berfluktuasi membuat aktivitas ekspor di berbagai sektor ikut menghadapi tantangan.

Jika permintaan dari luar negeri mengalami penurunan, maka potensi keuntungan akibat penguatan dolar bisa saja tidak dirasakan secara maksimal oleh pelaku usaha.

“Transaksi perekonomian di tingkat global sedang mengalami fluktuasi, sehingga kami masih terus mencari informasi dan memantau apakah volume ekspor dari para pengusaha kita ini masih tetap bisa berjalan stabil atau justru ikut terdampak lesu,” katanya.

Untuk mengetahui dampak yang terjadi secara langsung, Disperindag Kabupaten Blitar saat ini melakukan pemantauan dan pendataan terhadap para eksportir.

Langkah tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan volume pengiriman maupun nilai transaksi ekspor dari berbagai komoditas unggulan daerah.

Selain itu, Disperindag juga terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kualitas produk.

Upaya tersebut dilakukan agar produk-produk asal Kabupaten Blitar mampu memenuhi standar pasar internasional dan tetap memiliki daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Murlina menilai peningkatan kualitas produk menjadi salah satu strategi penting untuk mempertahankan pasar yang sudah ada sekaligus membuka peluang ekspor ke negara tujuan baru.

“Kami terus mendorong pelaku usaha agar siap bersaing di pasar internasional. Pendampingan dan pelatihan tetap kami lakukan supaya produk-produk unggulan Kabupaten Blitar bisa semakin diterima di berbagai negara,” pungkasnya.

#Disperindag Kabupaten Blitar #Nilai Ekspor

Komentar 0

Baca Juga