Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

Minyakita Mengalir ke Pasar Blitar, Distribusi Tembus 75.660 Liter dalam Lima Bulan

Distribusi Minyakita di Kabupaten Blitar mencapai 75.660 liter hingga Mei 2026 melalui operasi pasar. Disperindag memastikan pasokan minyak goreng subsidi tetap tersedia untuk menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.

Minyakita Mengalir ke Pasar Blitar, Distribusi Tembus 75.660 Liter dalam Lima Bulan
Distribusi minyakita di Kabupaten Blitar

Poin Penting

  • Disperindag Kabupaten Blitar mencatat distribusi Minyakita melalui operasi pasar mencapai 75.660 liter sepanjang Januari–Mei 2026 untuk menjaga stok dan harga tetap stabil.
  • Penyaluran terbesar berlangsung pada awal Maret 2026, dengan Pasar Talun menerima 9.600 liter, disusul Pasar Kanigoro 7.440 liter dan Pasar Lodoyo 5.040 liter.
  • Data tersebut hanya mencakup distribusi Minyakita melalui pasar tradisional yang dikelola Pemkab Blitar, tidak termasuk penyaluran melalui Bulog maupun distributor lainnya.

Kabar Blitar – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar mencatat distribusi minyak goreng subsidi Minyakita ke pasar-pasar tradisional mencapai 75.660 liter selama periode Januari hingga Mei 2026.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui operasi pasar sebagai upaya menjaga ketersediaan stok sekaligus membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Blitar, Murlina, mengatakan distribusi Minyakita dilakukan secara bertahap ke sejumlah pasar yang dikelola pemerintah daerah. Berdasarkan data hingga Mei 2026, total pasokan yang telah disalurkan mencapai 75.660 liter.

“Berdasarkan data yang kami miliki, total distribusi Minyakita ke pasar-pasar kabupaten sampai Mei 2026 mencapai 75.660 liter,” ujar Murlina.

Ia menjelaskan, penyaluran terbesar terjadi pada awal Maret 2026. Saat itu, sebanyak 26.640 liter Minyakita didistribusikan ke lima pasar tradisional sekaligus.

Pasar Talun menjadi penerima alokasi terbesar dengan 9.600 liter, disusul Pasar Kanigoro sebanyak 7.440 liter, Pasar Lodoyo 5.040 liter, Pasar Garum 2.880 liter, dan Pasar Wlingi 1.680 liter.

Selain itu, pada akhir Februari 2026, Pasar Kanigoro kembali memperoleh pasokan sebanyak 7.440 liter, sedangkan Pasar Lodoyo menerima 5.040 liter. Volume tersebut menjadi salah satu distribusi terbesar selama lima bulan pertama tahun ini.

Memasuki April hingga Mei, penyaluran Minyakita tetap dilakukan secara rutin ke sejumlah pasar utama. Pada 28 April, Pasar Kanigoro menerima 1.980 liter, Pasar Lodoyo 1.500 liter, dan Pasar Wlingi 540 liter.

Sementara pada 5 Mei 2026, distribusi diperluas ke Pasar Kademangan, Garum, Talun, Lodoyo, dan Wlingi dengan total pasokan lebih dari 3.400 liter.

Murlina menegaskan, angka distribusi sebesar 75.660 liter tersebut hanya mencakup penyaluran Minyakita melalui operasi pasar di pasar tradisional yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Penyaluran melalui Bulog maupun jaringan distributor lainnya tidak masuk dalam rekapitulasi tersebut.

Menurutnya, operasi pasar akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan untuk memastikan minyak goreng bersubsidi tetap tersedia bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional.

“Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan gejolak harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

#Disperindag Kabupaten Blitar #Minyakita Blitar

Komentar 0

Baca Juga