Tak Ingin Siswa Rindu Rumah, Sekolah Rakyat Blitar Batasi Jadwal Jenguk Orang Tua
Sekolah Rakyat Kota Blitar kembali membatasi jadwal kunjungan orang tua murid menjadi satu bulan sekali setelah sebelumnya sempat memberikan kelonggaran kunjungan mingguan.
Poin Penting
Sekolah Rakyat terapkan jadwal kunjungan wali murid satu bulan sekali.
Kebijakan kunjungan diberlakukan karena siswa mengalami homesick.
Keputusan batas kunjungan adalah hasil koordinasi dengan Kemensos.
Kabar Blitar – Sekolah Rakyat Kota Blitar kembali membatasi jadwal kunjungan orang tua murid menjadi satu bulan sekali setelah sebelumnya sempat memberikan kelonggaran hingga sepekan sekali.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung proses adaptasi dan pembiasaan siswa selama tinggal di lingkungan asrama.
Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar, Johan Argono, mengatakan kebijakan kunjungan mingguan sempat diberlakukan karena sejumlah siswa baru mengalami kerinduan terhadap keluarga atau homesick.
“Kebijakan satu minggu sekali sempat diterapkan karena banyak siswa mengaku rindu kepada orang tua dan keluarga atau homesick,” ujar Johan.
Namun, setelah melalui evaluasi internal dan koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos), sekolah memutuskan kembali menerapkan jadwal kunjungan bulanan.
“Setelah dievaluasi dan dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial, sekolah kembali menerapkan masa pembiasaan selama satu bulan sekali,” kata Johan.
Menurutnya, pengaturan jadwal kunjungan tersebut bertujuan membantu siswa membangun kemandirian selama menjalani kehidupan di asrama.
Selain itu, kebijakan tersebut juga mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga siswa.
Johan menilai kunjungan yang terlalu sering berpotensi menambah pengeluaran orang tua, terutama untuk biaya perjalanan dan kebutuhan yang dibawa saat menjenguk anak.
“Jika kunjungan dilakukan terlalu sering, biaya perjalanan dan kebutuhan yang dibawa berpotensi menjadi beban tambahan bagi keluarga yang kondisi ekonominya terbatas,” tutur Johan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.