Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Feature

Tak Hanya Selamatkan Isi Perut, Kedai Satu Rasa Blitar Sediakan Sederet Buku di Pojok Baca

Kedai Satu Rasa Kota Blitar menyediakan pojok baca melalui kolaborasi dengan Lapak Baca Ceria yang punya koleksi buku fiksi dan nonfiksi.

Leader Kedai Satu Rasa Blitar, Salma Addina
Leader Kedai Satu Rasa Blitar, Salma Addina

Poin Penting

  • Pojok baca Kedai Satu Rasa berada di Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

  • Koleksi bacaan terdiri dari buku fiksi dan nonfiksi yang dapat dibaca langsung oleh pengunjung.

  • Pengunjung juga dapat meminjam buku untuk dibawa pulang dengan memenuhi syarat yang ditentukan.

Kabar Blitar – Pengunjung Kedai Satu Rasa Kota Blitar tidak hanya bisa menikmati makanan dan minuman, tetapi juga membaca buku yang tersedia di pojok baca.

Pojok baca tersebut berada di area Kedai Satu Rasa dan disediakan melalui kolaborasi dengan Lapak Baca Ceria.

Leader Kedai Satu Rasa Blitar, Salma Addina mengatakan, penyediaan pojok baca tersebut dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di Kota Blitar.

“Tujuan kami menyediakan pojok baca ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Kota Blitar. Jadi, pengunjung yang datang ke kedai tidak hanya makan atau minum, tetapi juga bisa membaca,” kata Salma.

Ada beragam jenis buku yang disediakan oleh kedai yang berada di Jl. Cakraningrat, Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar tersebut.

Pengunjung dapat menemukan buku fiksi maupun nonfiksi yang bisa dibaca sesuai dengan ketertarikan masing-masing.

“Buku yang kami hadirkan beragam, ada fiksi dan ada juga nonfiksi. Jadi pengunjung bisa memilih bacaan sesuai yang mereka sukai,” ujarnya.

Buku-buku tersebut dapat dibaca langsung oleh pengunjung selama berada di Kedai Satu Rasa.

Selain itu, pengunjung juga memiliki pilihan untuk meminjam buku dan membawanya pulang.

Namun, peminjaman buku tidak dilakukan secara bebas karena terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh peminjam.

“Kalau mau membaca bisa langsung di kedai. Tetapi kalau ingin dibawa pulang juga bisa dipinjam, tentunya tetap ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi,” terang Salma.

Keberadaan pojok baca itu kemudian tidak hanya dimanfaatkan oleh pengunjung yang datang untuk bersantai.

Mahasiswa hingga masyarakat umum juga tercatat cukup sering mengunjungi pojok baca tersebut.

“Setiap hari ada saja yang datang dan membaca. Mulai dari mahasiswa sampai masyarakat umum juga sering memanfaatkan pojok baca ini,” katanya.

Aktivitas membaca tersebut berlangsung berdampingan dengan aktivitas utama di kedai.

Pengunjung bisa membaca sembari menunggu pesanan, menghabiskan waktu luang, atau sekadar mencari suasana berbeda untuk menikmati buku.

Menurut Salma, konsep tersebut menjadi cara Kedai Satu Rasa memanfaatkan ruang yang ada agar tidak hanya digunakan untuk aktivitas kuliner.

“Kami ingin pojok baca ini bisa menjadi ruang yang nyaman untuk masyarakat membaca. Jadi siapa saja yang datang bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Kehadiran pojok baca juga membuat buku-buku yang tersedia tidak sekadar menjadi koleksi di sudut kedai.

Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan buku, membacanya di tempat, hingga membawa pulang untuk dilanjutkan di rumah sesuai ketentuan peminjaman.

Di tengah kebiasaan masyarakat menghabiskan waktu dengan telepon genggam, keberadaan ruang baca di tempat nongkrong menjadi alternatif bagi pengunjung untuk kembali meluangkan waktu membaca.

Bagi Kedai Satu Rasa, pojok baca tersebut sekaligus menjadi ruang kecil yang mempertemukan aktivitas kuliner dengan kebiasaan membaca di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Blitar.

#Kedai Satu Rasa Blitar #Minat Baca Blitar #Pojok Baca Blitar

Komentar 0

Baca Juga