Dorong Pembangunan Literasi, Dispussip Blitar Minta Perkuat Ekosistem dari Rumah
Dispussip Kabupaten Blitar dorong budaya membaca lewat kolaborasi keluarga, sekolah, dan komunitas, serta perkuat koleksi 12.603 judul buku.
Poin Penting
- Dispussip Kabupaten Blitar dorong budaya read aloud dan mendongeng sejak dini lewat kolaborasi keluarga, sekolah, dan komunitas.
- Koleksi perpustakaan saat ini mencapai 12.603 judul buku dengan total 21.883 eksemplar.
- Penambahan koleksi buku direncanakan pada triwulan IV 2026 untuk perluas bahan bacaan masyarakat.
KBRB – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Blitar terus mendorong peningkatan budaya literasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Selain menggandeng sekolah, Dispussip juga melibatkan komunitas literasi dan keluarga agar kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak usia dini.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispussip Kabupaten Blitar Wahyuni Dianasari mengatakan penguatan literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan koleksi buku di perpustakaan.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca anak sejak dini.
"Dispussip fokus membangun ekosistem literasi kolaboratif dengan melibatkan komunitas, sekolah, dan terutama keluarga. Kami ingin membudayakan kegiatan membaca nyaring [read aloud] dan mendongeng secara berkelanjutan untuk anak usia dini, sehingga minat baca tumbuh alami dari rumah," ujarnya.
Ia menjelaskan, fungsi perpustakaan kini tidak lagi sebatas tempat meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkegiatan, dan berbagi pengetahuan bagi masyarakat.
Karena itu, berbagai program literasi terus digelar untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran.
Saat ini, Dispussip Kabupaten Blitar memiliki koleksi sebanyak 12.603 judul buku dengan total 21.883 eksemplar yang dapat diakses masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Koleksi tersebut mencakup beragam bidang pengetahuan guna memenuhi kebutuhan para pemustaka.
Selain memperkuat layanan yang ada, Dispussip juga berencana menambah koleksi buku pada triwulan IV 2026.
Penambahan tersebut diharapkan menghadirkan bahan bacaan yang lebih beragam sekaligus menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Menurut Wahyuni, keberhasilan meningkatkan budaya membaca bergantung pada sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga.
Dengan dukungan seluruh elemen tersebut, budaya literasi di Kabupaten Blitar diharapkan terus berkembang.
"Kami berharap membaca tidak lagi menjadi aktivitas sesekali, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan begitu, kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Blitar juga akan semakin meningkat," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.