Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
News

Punya Tingkat Kerawanan, KAI Bangun 5 Pos Jaga di Blitar

KAI Daop 7 Madiun bangun pos jaga di lima titik perlintasan sebidang koridor Blitar-Garum-Talun sebagai bagian program keselamatan 190 titik nasional 2026.

Pos jaga perlintasan sebidang di Blitar
Pos Jaga di Blitar. (Ist)

Poin Penting

  • KAI Daop 7 Madiun bangun pos jaga di lima titik perlintasan sebidang di koridor Blitar, Garum, hingga Talun sebagai wilayah prioritas 2026.

  • Program ini bagian dari target nasional KAI meningkatkan keselamatan di 190 titik perlintasan se-Indonesia, dilengkapi 52 calon petugas PJL baru.

  • KAI imbau pengguna jalan berhenti, tengok kanan-kiri, dan tidak menerobos palang pintu sebagai kunci mencegah kecelakaan di perlintasan.

Kabar Blitar – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperkuat keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang dengan membangun pos jaga dan meningkatkan infrastruktur perlintasan.

Koridor Blitar, Garum hingga Talun menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pembangunan pada 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan serta meningkatkan keamanan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Dari 13 titik perlintasan prioritas di wilayah Daop 7 Madiun, terdapat lima perlintasan sebidang yang masuk dalam pengerjaan pos jaga.

Kelima titik tersebut yakni JPL 209 (KM 130+327) pada petak Stasiun Blitar-Rejotangan, JPL 182 (KM 117+186) pada petak Stasiun Garum-Blitar, serta JPL 174 (KM 113+137), JPL 172 (KM 112+389), dan JPL 171 (KM 111+973) pada petak Stasiun Talun-Garum.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penanganan setiap perlintasan dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan dan kebutuhan lalu lintas di masing-masing lokasi.

"Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Tohari, Senin (31/8/2026).

Pembangunan pos jaga dan penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari program nasional KAI yang menargetkan peningkatan keselamatan di 190 titik perlintasan di Indonesia.

Selain pembangunan infrastruktur, Daop 7 Madiun juga menyiapkan 52 calon petugas penjaga pintu perlintasan (PJL).

Para calon petugas tersebut akan mendapat pembekalan untuk meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugas pengamanan perlintasan.

Penguatan infrastruktur dan penambahan personel, Tohari menegaskan, perlu diikuti dengan kedisiplinan masyarakat saat melintasi jalur kereta api.

Pengguna jalan diminta berhenti sebelum perlintasan, memastikan kondisi dari arah kanan dan kiri, serta tidak menerobos palang pintu ketika kereta api akan melintas.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati. Kedisiplinan bersama seperti berhenti sebelum melewati perlintasan, tengok kanan-kiri, serta tidak menerobos palang pintu merupakan kunci utama mencegah kecelakaan," pungkas Tohari.

#KAI Daop 7 Madiun #Perlintasan KA #Pos Jaga Perlintasan

Komentar 0

Baca Juga