Pengadaan Buku Baru Tertunda, Efisiensi Anggaran Hantam Perpusda Kota Blitar
Perpustakaan Daerah Kota Blitar menunda pengadaan buku baru pada tahun 2026 akibat kebijakan efisiensi anggaran. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar kini mengandalkan hibah buku dari masyarakat dan penulis untuk menambah koleksi serta menjaga layanan literasi tetap berjalan optimal.
Poin Penting
- Disperpusip Kota Blitar menunda pengadaan buku baru pada 2026 karena terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
- Perpustakaan Daerah Kota Blitar saat ini memiliki sekitar 5.000 judul buku dan berupaya menambah koleksi melalui hibah.
- Disperpusip Kota Blitar tetap melakukan penyiangan koleksi untuk menjaga kualitas layanan.
Kabar Blitar – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah turut berdampak pada pengembangan koleksi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Blitar.
Tahun 2026 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Blitar memutuskan menunda pengadaan buku baru dan mengoptimalkan pemanfaatan koleksi yang telah tersedia.
Kepala Disperpusip Kota Blitar, Juyanto, mengatakan saat ini Perpusda memiliki sekitar 5.000 judul buku yang dapat diakses masyarakat.
Namun, penambahan koleksi melalui pengadaan rutin belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
“Tahun ini memang agak kerepotan untuk memasukkan buku-buku baru karena terganjal efisiensi. Kondisi ini juga dialami banyak daerah. Karena ada kebijakan efisiensi, kami menyesuaikan dan sementara menunda pengadaan buku baru,” ujarnya, Selasa (9/6).
Padahal pada tahun sebelumnya, Disperpusip masih mengalokasikan anggaran sebesar Rp64,7 juta untuk belanja modal buku umum yang bersumber dari Dana Transfer Umum-Dana Alokasi Umum (DTU-DAU).
Meski belum dapat melakukan pengadaan melalui APBD, pihaknya tetap berupaya menambah koleksi perpustakaan dengan memanfaatkan program hibah buku dari berbagai pihak, baik masyarakat maupun para penulis.
“Untuk sementara kami mengandalkan hibah. Baik dari masyarakat umum maupun para penulis yang bersedia menyumbangkan karyanya ke perpustakaan,” kata Juyanto.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi alternatif agar jumlah koleksi di perpustakaan terus bertambah di tengah keterbatasan anggaran.
Selain itu, Disperpusip juga tetap menjalankan proses penyiangan koleksi, yakni memilah buku-buku yang rusak atau sudah jarang diminati pembaca guna menjaga kualitas layanan perpustakaan.
Juyanto berharap koleksi yang tersedia saat ini tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung peningkatan budaya literasi di Kota Blitar.
“Kami berharap koleksi yang ada tetap bisa dimanfaatkan masyarakat dan aktivitas literasi tetap berjalan dengan baik meskipun tahun ini belum ada pengadaan buku baru,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.