Juru Pelihara Candi Kalicilik Blitar Segera Pensiun Setelah 28 Tahun Mengabdi
Juru Pelihara Candi Kalicilik Blitar, Mariyat, dikabarkan akan segera pensiun setelah mengabdi untuk merawat candi tersebut selama 28 tahun.
Poin Penting
- Juru Pelihara Candi Kalicilik, Mariyat akan segera purna tugas.
- Mariyat pensiun setelah 28 tahun merawat Candi Kalicilik Blitar.
- Kesetiaan tumbuh dari rasa ingin menjaga warisan budaya.
Kabar Blitar – Di pelataran Candi Kalicilik, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, suasana tenang menyelimuti setiap sudut batu dan relief yang berdiri kokoh sejak ratusan tahun silam.
Di tempat itulah Mariyat menjalani sebagian besar hidupnya, setia menjaga peninggalan Kerajaan Majapahit dengan ketekunan yang nyaris tak tergantikan.
Hampir tiga dekade berlalu, pria berusia 61 tahun itu menjadi penjaga kesunyian sekaligus saksi perjalanan waktu di situs bersejarah tersebut.
Namun, kebersamaan panjang Mariyat dengan Candi Kalicilik perlahan mendekati akhir. Tahun ini, ia dijadwalkan memasuki masa pensiun setelah 28 tahun mengabdikan diri sebagai juru pelihara.
“Kemungkinan saya tahun depan tidak di sini lagi, sudah waktunya pensiun,” ujarnya lirih sambil memandang kompleks candi yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak 1997.
Perjalanan Mariyat menjadi juru pelihara bermula secara sederhana. Ia mengingat, kala itu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) membuka pekerjaan penataan taman dan pembuatan jalan setapak di sekitar candi.
Tanpa ambisi besar, ia menerima tawaran tersebut dengan niat bekerja sepenuh hati. “Dulu di sini masih banyak pohon rimbun. Tugas saya waktu itu membuat taman dan jalan setapak,” kenangnya.
Seiring waktu, kepercayaan pun tumbuh. Dari sekadar merawat taman, Mariyat kemudian dipercaya menjaga dan memelihara cagar budaya peninggalan era Tribhuwanatunggadewi tersebut.
Meski awalnya hanya berstatus honorer dengan upah Rp65 ribu per bulan, ia tak pernah mengeluh. Bagi Mariyat, merawat warisan leluhur jauh lebih berharga dibandingkan besaran materi.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdi, ia menerima tunjangan Rp1 juta dari BPK Wilayah XI Jawa Timur dan Rp500 ribu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Berapa pun hasilnya tetap saya syukuri. Anggap saja saya di sini nguri-nguri peninggalan nenek moyang kita,” katanya dengan senyum yang tetap teduh.
Selama hampir tiga dekade, Mariyat menjadi sosok pertama yang menyambut setiap pengunjung Candi Kalicilik.
Ia bukan hanya penjaga, tetapi juga pemandu, penutur cerita, sekaligus pengingat akan kejayaan masa lampau Majapahit.
Bagi Mariyat, Candi Kalicilik bukan sekadar tempat mencari nafkah. Situs ini telah menjadi rumah spiritual sekaligus ruang sejarah yang menemani perjalanan hidupnya.
Menjelang masa pensiun, ia hanya berharap satu hal sederhana. “Yang penting tetap dirawat, jangan sampai terbengkalai. Candi ini bagian dari sejarah kita,” pungkasnya pelan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.