Dinkes Blitar Catat Dua Anak Terjangkit DBD, Fogging Sasar Sekolah SD hingga SMP
Dinkes Kota Blitar mencatat dua kasus DBD sepanjang Januari hingga September 2026, masing-masing ditemukan pada dua pasien berusia dua dan 10 tahun di Mei dan Agustus.
Poin Penting
Dua kasus DBD tercatat di Kota Blitar sepanjang Januari hingga September 2026.
DBD ditemukan pada pasien berusia dua tahun dan 10 tahun.
Tiga puskesmas melakukan fogging sebelum masa penularan di lingkungan SD hingga SMP.
Kabar Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mencatat dua kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga September 2026.
Dua kasus tersebut masing-masing ditemukan pada Mei dan Agustus dengan pasien berusia dua tahun dan 10 tahun.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar Silvia Dewi Kusumawat mengatakan kedua pasien tidak sampai meninggal dunia.
“Kasusnya cuma dua, tapi yang penting masih aman dan tidak sampai menimbulkan kematian. Kasusnya ditemukan pada bulan Mei dan Agustus,” ujarnya.
Kasus pertama ditemukan pada Mei dengan pasien berusia dua tahun yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Syuhada Haji.
“Yang bulan Mei itu di Rumah Sakit Syuhadahaji, pasien usia dua tahun. Kemudian yang bulan Agustus pasien usia 10 tahun,” jelasnya.
Untuk mencegah penularan, tiga puskesmas di Kota Blitar melakukan fogging sebelum masa penularan sesuai wilayah kecamatan masing-masing.
Namun, fogging tersebut dilakukan di lingkungan sekolah mulai jenjang SD hingga SMP, bukan secara umum di lingkungan masyarakat.
“Fogging sebelum masa penularan itu dilakukan di sekolah-sekolah, mulai SD sampai SMP. Jadi bukan di masyarakat. Kalau di masyarakat biasanya PE dulu, yaitu penelusuran epidemiologi,” katanya.
Silvia mengatakan fogging bukan menjadi langkah utama dalam pengendalian DBD.
Masyarakat tetap diminta menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M.
“Kita tetap mengutamakan 3M. Jadi, sebelum musim hujan tiba, intinya menjaga kebersihan itu tetap dilakukan tanpa memandang musimnya,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.