Didominasi Usia Muda, Perceraian di Blitar Tembus 708 Kasus Diawal 2026
Kasus perceraian di Blitar melonjak tajam pada awal 2026 dengan 708 perkara dalam dua bulan. Pengadilan Agama Kelas IA Blitar mencatat mayoritas dipicu faktor ekonomi dan perselingkuhan.
Poin Penting
- Sebanyak 708 perkara perceraian tercatat di Blitar pada Januari–Februari 2026.
- Faktor ekonomi dan perselingkuhan menjadi penyebab dominan.
- Mayoritas kasus didominasi pasangan usia muda 25–30 tahun.
Kabar Blitar – Gelombang perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Kelas IA Blitar melonjak tajam pada awal tahun 2026.
Dalam dua bulan pertama, Januari hingga Februari, tercatat sebanyak 708 perkara masuk, dengan mayoritas berupa cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri.
Lonjakan ini menjadi sinyal perubahan dinamika rumah tangga di Blitar. Tekanan ekonomi dan perselingkuhan disebut sebagai faktor dominan yang memicu keretakan hubungan pasangan suami istri.
Humas Pengadilan Agama Kelas IA Blitar, Ahmad Syaukani, mengungkapkan bahwa sebagian besar perkara yang masuk memiliki pola serupa, diawali persoalan finansial yang berkembang menjadi konflik berkepanjangan hingga berujung pada hadirnya pihak ketiga.
“Trennya memang naik, ekonomi menjadi faktor utama yang merembet ke pertengkaran dan perselingkuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/4/2026).
Fenomena ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena mayoritas perkara perceraian justru didominasi pasangan usia muda, yakni rentang 25 hingga 30 tahun.
Kelompok usia produktif yang seharusnya berada pada fase membangun keluarga justru menjadi penyumbang terbesar angka perceraian.
Meski demikian, Syaukani menegaskan bahwa perceraian tidak hanya terjadi pada pasangan muda. Sejumlah perkara juga diajukan oleh pasangan berusia di atas 50 tahun, yang menunjukkan bahwa persoalan rumah tangga dapat terjadi di berbagai fase kehidupan.
Peningkatan jumlah perkara juga tercermin dari lonjakan aktivitas harian di pengadilan. Jika sebelumnya rata-rata perkara yang masuk berkisar 25 hingga 30 kasus per hari, kini meningkat signifikan menjadi 40 hingga 50 perkara setiap harinya.
“Memang di awal tahun ini terjadi peningkatan signifikan setiap hari. Data 708 perkara ini baru akumulasi Januari dan Februari 2026. Untuk data bulan Maret masih dalam proses pengolahan,” imbuhnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.