Delapan Rusa Mati di Penangkaran Jatilengger, Pengunjung Diduga Beri Pakan Sembarangan
Selama periode liburan tahun 2025 pengelola Penangkaran Rusa Jatilengger menemukan sejumlah rusa tewas yang diduga akibat keracunan makanan yang diberikan pengunjung.
Poin Penting
- 8 Rusa di Penangkaran Rusa Jatilengger ditemukan mati.
- Keracunan makanan diduga jadi penyebab kematian.
- Pengelola Penangkaran Rusa Jatilengger bakal perketat pengawasan.
Kabar Blitar – Kematian sejumlah rusa terjadi di Penangkaran Rusa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, pada masa libur tahun 2025.
Dalam rentang waktu tersebut, sedikitnya delapan ekor rusa ditemukan mati di sejumlah titik kawasan penangkaran.
Peristiwa ini sempat menyita perhatian publik, mengingat Penangkaran Rusa Jatilengger merupakan salah satu destinasi wisata edukasi yang cukup diminati masyarakat, terutama saat musim liburan.
Penjaga Penangkaran Rusa Jatilengger, Hermanto, mengatakan pihaknya bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar telah melakukan pengecekan untuk memastikan penyebab kematian rusa-rusa tersebut.
“Dinas peternakan sempat datang ke sini untuk melakukan pemeriksaan terhadap rusa-rusa yang ditemukan mati,” ungkap Hermanto, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa rusa-rusa tersebut mati akibat keracunan makanan.
Keracunan tersebut diduga dipicu oleh pemberian makanan dari pengunjung yang tidak sesuai dengan pakan yang telah disediakan pengelola penangkaran dan dilakukan tanpa pengawasan petugas.
“Dari hasil pengecekan, rusa-rusa itu keracunan makanan. Diduga ada pengunjung yang memberi makan sendiri, bukan dari pakan yang sudah disediakan,” ujar Hermanto.
Ia mengakui, saat periode liburan jumlah pengunjung meningkat cukup tajam sehingga pengawasan tidak dapat dilakukan secara maksimal di seluruh area penangkaran yang luas.
Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan jumlah personel penjaga yang bertugas. “Di sisi pengelola sendiri memiliki jumlah personil yang terbatas,” sambungnya.
Menurut Hermanto, kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi pengelola penangkaran. Ke depan, pihaknya berencana memperketat pengawasan dan penjagaan, khususnya pada saat musim liburan, guna mencegah peristiwa serupa terulang.
Selain itu, pengunjung akan terus diimbau agar tidak memberikan makanan sembarangan kepada rusa demi menjaga kesehatan dan keselamatan satwa. “Kedepannya kami akan melakukan pengetatan pada pengawasan pengunjung,” tegasnya.
Saat ini, jumlah rusa yang berada di Penangkaran Rusa Jatilengger diperkirakan mencapai sekitar 100 ekor.
Meski demikian, pihak pengelola belum dapat memastikan angka pasti karena masih melakukan pendataan ulang terhadap seluruh populasi rusa pascakejadian tersebut.
“Proses pendataan ini dilakukan untuk memastikan kondisi dan jumlah satwa secara akurat pascakejadian tersebut,” jelas Hermanto.
Pihak pengelola berharap, dengan peningkatan pengawasan serta kesadaran pengunjung, Penangkaran Rusa Jatilengger tetap dapat berfungsi sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata edukasi yang aman, baik bagi satwa maupun masyarakat yang berkunjung.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.