174 Ternak Sembuh Sepanjang 2026, PMK di Blitar Kini Nihil Kasus
Kasus aktif PMK di Kabupaten Blitar tercatat nol ekor per 14 September 2026. Dari 176 kasus PMK sepanjang 2026, sebanyak 174 ternak sembuh.
Poin Penting
Kabupaten Blitar mencatat zero case PMK sejak 14 September 2026.
Sepanjang 2026 terdapat 176 kasus PMK, dengan 174 ternak sembuh.
Penambahan kasus tertinggi terjadi pada Januari 2026 sebanyak 88 kasus.
Kabar Blitar – Kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Blitar tercatat nol ekor per 14 September 2026.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mencatat terdapat 176 kasus PMK sepanjang 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 174 ekor ternak dinyatakan sembuh, dua ekor mati, dan tidak ada ternak yang harus dipotong paksa.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas mengatakan tidak adanya kasus aktif tersebut tercatat sejak 14 September 2026.
“Alhamdulillah, per 14 September 2026 kasus aktif PMK di Kabupaten Blitar sudah nol," jelasnya.
Lusia juga menyampaikan bahwa tingkat kesembuhan pada kasus PMK di Kabupaten Blitar sangat tinggi.
"Dari total 176 kasus kumulatif, tingkat kesembuhan ternak kita sangat tinggi mencapai 98,8 persen atau 174 ekor. Grafik penambahan kasus juga sudah melandai total sejak beberapa bulan terakhir,” ujar Lusia.
Berdasarkan data Disnakkan, penambahan kasus PMK paling banyak terjadi pada Januari 2026 dengan 88 kasus.
Jumlah kasus kemudian turun menjadi 27 kasus pada Februari, 13 kasus pada Maret, 11 kasus pada April, dan 13 kasus pada Mei.
"Sementara sejak Juni hingga September 2026, tidak tercatat penambahan kasus baru berdasarkan data rekapitulasi Disnakkan Kabupaten Blitar," sambungnya.
Meski kasus aktif telah mencapai nol, Disnakkan tetap melakukan pengawasan untuk mencegah munculnya kasus baru.
Upaya tersebut dilakukan melalui vaksinasi rutin serta pemantauan lalu lintas ternak.
Lusia mengatakan kondisi zero case perlu dipertahankan dengan menjaga kebersihan kandang dan menerapkan biosekuriti.
“Status zero case ini harus kita pertahankan bersama. Kami mengimbau para peternak untuk tetap konsisten menjaga biosekuriti dan kebersihan kandang, serta memanfaatkan layanan peternakan jika membutuhkan pendampingan medis,” tutupnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.