Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Dari 16 Jadi 13 Titik, Penyeberangan Perahu Brantas Blitar-Tulungagung Belum Kehabisan Penumpang

Jumlah titik penyeberangan perahu di Sungai Brantas, Kabupaten Blitar, menyusut dari 16 titik pada 2019–2021 menjadi 13 titik pada 2026. Penyeberangan yang tersebar di Kecamatan Sanankulon, Srengat, dan Wonodadi ini masih menjadi pilihan warga karena dinilai lebih cepat dan praktis dibandingkan memutar melalui jembatan.

Perahu penyeberangan di Sungai Brantas Blitar
Aktivitas Perahu Penyebrangan Sungai Brantas.

Poin Penting

  • Kabupaten Blitar memiliki 13 titik penyeberangan perahu di Sungai Brantas.

  • Turun dari 16 titik pada periode 2019–2021.

  • Penyeberangan perahu dinilai cepat masih digunakan masyarakat.

Kabar Blitar – Jumlah titik penyeberangan perahu di Sungai Brantas, Kabupaten Blitar, menyusut dari 16 titik pada periode 2019–2021 menjadi 13 titik yang masih beroperasi hingga 2026.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, mengatakan belasan titik penyeberangan tersebut tersebar di tiga kecamatan.

“Hingga saat ini ada 13 titik Penyebrangan Dermaga Brantas di Kabupaten Blitar,” jelasnya.

Rinciannya, satu titik berada di Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, sedangkan wilayah Kecamatan Srengat memiliki delapan titik yang tersebar di Desa Selokajang sebanyak dua titik, Desa Purwokerto empat titik, dan Desa Karanggayam dua titik.

Sementara itu, Kecamatan Wonodadi memiliki empat titik penyeberangan, masing-masing tiga titik di Desa Kunir dan satu titik di Desa Gandekan.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Penataran, jumlah penyeberangan tersebut berkurang menjadi 14 titik pada 2022, sebelum kembali menyusut menjadi 13 titik pada 2024 hingga sekarang.

Meski jembatan di wilayah timur dan barat Kabupaten Blitar telah tersedia sebagai akses penghubung menuju Kabupaten Tulungagung, penyeberangan perahu di Sungai Brantas masih dimanfaatkan masyarakat, terutama pengendara sepeda motor.

Salah satu pengguna jasa penyeberangan, Supianto, mengatakan perahu masih menjadi pilihan karena dapat memangkas waktu perjalanan dibandingkan harus memutar melalui jembatan.

“Kalau lewat jembatan, jalannya muter jauh. Kalau naik perahu cuma beberapa menit sudah nyebrang,” ujarnya saat ditemui di sekitar dermaga Kunir.

Menurut Supianto, warga tetap menggunakan jasa penyeberangan meskipun terkadang harus menunggu giliran perahu atau menyesuaikan waktu operasional.

“Biasanya saya pilih lewat sini kalau buru-buru. Lebih cepat dan biayanya juga tidak mahal,” tutupnya.

#Blitar-Tulungagung #Perahu penyeberangan Sungai Brantas Blitar

Komentar 0

Baca Juga