Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Feature

Buka Sarana Remaja Belajar Saat Ramadhan, Ngaji Pasan Masjid Jami Baitul Quddus Kaji Fikih Dasar

Untuk menjaga pengetahuan kalangan remaja, Masjid Jami Baitul Quddus melakukan Ngaji Pasan selama Ramadhan untuk mengkaji kitab fikih dasar.

Buka Sarana Remaja Belajar Saat Ramadhan, Ngaji Pasan Masjid Jami Baitul Quddus Kaji Fikih Dasar
Kegiatan ngaji pasan selama Ramadhan di Masjid Jami Baitul Quddus.

Poin Penting

  • Ngaji Pasan di Masjid Jami Baitul Quddus berlangsung.
  • Kegiatan diagendakan berlangsung hingga 20 hari.
  • Kajian fikih dasar diangkat untuk perkuat pengetahuan remaja.

Kabar Blitar – Kegiatan Ngaji Pasan kembali digelar di Masjid Jami Baitul Quddus, Desa Gambar, Kecamatan Wonodadi, selama bulan suci Ramadhan. 

Tradisi tahunan ini menjadi ruang belajar keagamaan bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja dan jamaah sekitar masjid, untuk memperdalam pemahaman ilmu fikih di sela-sela ibadah puasa.

Pengajar Ngaji Pasan Masjid Jami Baitul Quddus, M Yazidun Niam, menjelaskan bahwa kegiatan ngaji dimulai sejak hari pertama puasa Ramadhan. 

Ngaji Pasan dijadwalkan berlangsung hingga sekitar 20 hari pertama bulan puasa. Pembatasan waktu tersebut dilakukan karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tingkat kehadiran peserta cenderung menurun ketika Ramadhan memasuki sepuluh hari terakhir.

“Biasanya kalau sudah lewat itu, pesertanya mulai berkurang. Nanti di akhir puasa insyaallah juga ada buka bersama sebagai penutup,” ungkapnya.

Untuk waktu pelaksanaan, Ngaji Pasan digelar setiap sore hari setelah salat Asar. Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dan diakhiri kurang lebih 15 menit sebelum waktu berbuka puasa. 

Pengaturan waktu ini dimaksudkan agar para peserta memiliki kesempatan untuk pulang ke rumah masing-masing dengan aman serta tidak tergesa-gesa menjelang waktu Magrib.

“Ngajinya setelah Asar, mulai sekitar jam setengah lima sore dan selesai sekitar 15 menit sebelum buka. Supaya jamaah bisa pulang dulu dan tidak khawatir di jalan saat mendekati Magrib,” jelasnya.

Jumlah peserta yang mengikuti Ngaji Pasan di Masjid Jami Baitul Quddus berkisar sekitar 50 orang. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga masyarakat umum yang memiliki minat memperdalam ilmu agama selama bulan Ramadhan.

Adapun kitab yang dikaji dalam Ngaji Pasan tahun ini adalah kitab fikih dasar. Pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan jamaah, terutama generasi muda yang dinilai memerlukan penguatan pemahaman dasar-dasar fikih dalam kehidupan sehari-hari.

“Kitab yang diangkat adalah fikih dasar. Sekarang ini kondisinya berbeda dengan dulu, ketika madrasah diniyah masih banyak dan anak-anak lebih telaten mengaji. Dengan kondisi sekarang, kami merasa perlu memberikan bekal fikih dasar bagi remaja,” terangnya.

Kitab fikih dasar yang diajarkan merupakan karya Syekh Kholil Bangkalan, seorang ulama besar yang dikenal luas di Nusantara. 

Melalui kegiatan Ngaji Pasan ini, pengelola masjid berharap tradisi belajar agama di bulan Ramadhan tetap terjaga serta mampu menjawab kebutuhan keilmuan umat di tengah perkembangan zaman.

#Ngaji Pasan #Puasa Ramadhan

Komentar 0

Baca Juga