Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Blitar Temukan 870 Kasus Tuberkulosis hingga September, Tracing Ditarget Rampung di 40 Lokasi

Dinkes Kabupaten Blitar menemukan 870 kasus tuberkulosis (TB) terkonfirmasi hingga pertengahan September 2026 dari 9.353 orang yang menjalani skrining. Sebanyak 852 pasien atau 97,9 persen telah mendapatkan pengobatan.

Pemeriksaan Tuberkulosis di Blitar
Pemeriksaan Tuberkulosis di Blitar.

Poin Penting

  • Dinkes Kabupaten Blitar mencatat 870 kasus TB terkonfirmasi dari 9.353 orang terduga TB.

  • Tracing dilakukan di 40 lokus di Kabupaten Blitar.

  • Petugas menargetkan pemeriksaan sekitar 100 orang di setiap lokus.

Kabar Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menemukan 870 kasus tuberkulosis (TB) terkonfirmasi hingga pertengahan September 2026.

Temuan tersebut berasal dari 9.353 orang yang masuk kategori terduga TB dan menjalani skrining oleh petugas kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, drg. Anggit Ditya Putranto mengatakan penemuan kasus tersebut tidak lepas dari tracing secara masif terhadap kontak erat pasien TB.

“Data kasus hingga pertengahan September Dinkes Kabupaten Blitar menunjukkan, angka penemuan terduga TB mencapai 9.353 orang, 870 kasus di antaranya terkonfirmasi positif,” ujar drg. Anggit.

Dari 870 pasien yang terkonfirmasi positif, sebanyak 852 orang atau 97,9 persen telah mendapatkan penanganan pengobatan atau enrollment.

Menurut drg. Anggit, tracing tersebut merupakan bagian dari gerakan serempak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menemukan kasus TB di berbagai daerah.

“Kegiatan hari ini (kemarin, Red) merupakan tracing terintegrasi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis. Sasarannya khusus untuk mencari kasus baru lewat skrining kontak erat pasien TBC menggunakan fasilitas X-ray atau rontgen thorax dada portabel,” ujar drg. Anggit usai skrining di Balai Kelurahan Talun, Sabtu (19/9/2026).

Tracing terpadu tersebut telah dilakukan secara bergiliran sejak awal Agustus 2026.

Puskesmas Talun menjadi lokasi pelayanan ke-16 dari total 40 lokus yang menjadi sasaran tracing di wilayah Kabupaten Blitar.

Di setiap lokus, petugas menargetkan pemeriksaan sekitar 100 orang yang diprioritaskan dari keluarga maupun tetangga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB.

“Kami menyisir secara bertahap sampai nanti tuntas di 40 titik lokasi hingga akhir tahun. Targetnya hingga akhir 2026 bisa terselesaikan dan bisa menangani kasus TB yang ada di Kabupaten Blitar,” ungkapnya.

Dari sejumlah lokasi yang telah didatangi, petugas menemukan sejumlah kasus TB baru yang sebelumnya belum terdiagnosis.

Warga yang hasil pemeriksaan X-ray menunjukkan indikasi terpapar kuman TB kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan.

Drg. Anggit mengatakan temuan dari tracing lapangan tersebut didominasi kelompok usia dewasa produktif meski TB dapat menyerang berbagai kelompok usia.

“Setelah terdeteksi lewat X-ray, dokter langsung menegakkan diagnosis. Bagi warga yang terkonfirmasi positif TB, tindakan berikutnya adalah pendampingan pengobatan secara intensif sampai sembuh total guna memutus rantai penularan di lingkungan keluarga,” pungkasnya.

#Dinkes Kabupaten Blitar #Tuberkulosis di Blitar

Komentar 0

Baca Juga