Antisipasi Kemarau 2026, Pemkot Blitar Andalkan Embung untuk Ketahanan Air
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar optimalkan embung di Kota Blitar untuk antisipasi kemarau panjang 2026 dan menjaga ketahanan air sektor pertanian.
Poin Penting
- Pemkot Blitar siapkan embung hadapi kemarau panjang 2026.
- Dua embung jadi andalan untuk suplai air irigasi.
- Petani diimbau atur pola tanam dan hemat penggunaan air.
Fokus utama diarahkan pada optimalisasi embung sebagai sumber cadangan air, khususnya untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), pemerintah memastikan kesiapan sarana penampungan air guna mengantisipasi penurunan pasokan selama musim kering.
Langkah ini diambil menyusul surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengimbau seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau panjang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan pihaknya telah mengikuti koordinasi bersama Pemprov Jatim untuk menyusun strategi penanganan.
"Kami sudah menerima surat edaran dari Gubernur terkait potensi kemarau panjang. Selain itu, kami juga dikumpulkan bersama instansi terkait untuk membahas langkah antisipasi menghadapi kondisi ini," ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, dalam jangka pendek, daerah diminta memastikan ketersediaan sumber air alternatif. Salah satu yang menjadi prioritas adalah optimalisasi embung agar tetap berfungsi maksimal saat kemarau.
"Sesuai arahan, antisipasi jangka pendek yang harus disiapkan adalah memastikan embung atau penampungan air bisa berfungsi optimal saat kemarau," jelasnya.
Di Kota Blitar, terdapat dua embung yang menjadi andalan, yakni di Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul serta di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan.
Kedua embung tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan air irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya.
"Kami harus siap dengan embung-embung yang ada. Keberadaan embung ini sangat membantu petani, terutama saat musim kemarau panjang," tambah Dewi.
Selain itu, DKPP juga mengimbau para petani untuk mulai melakukan langkah antisipatif, seperti mengatur pola tanam serta menggunakan air secara lebih efisien agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.
"Kami minta para petani dan masyarakat untuk siap menghadapi musim kemarau panjang ini, agar dampaknya bisa diminimalkan," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.