Tamiya di Blitar Naik Kelas, Komunitas Mini 4WD Bidik Cabor Berprestasi
Komunitas Mini 4WD (tamiya) di Kota Blitar berkembang jadi cabor berorientasi prestasi, didukung KONI dan IMI Kota Blitar lewat pembinaan terstruktur.
Poin Penting
- Komunitas Mini 4WD (tamiya) di Kota Blitar berkembang jadi cabor berorientasi prestasi, dengan tiga komunitas aktif dan latihan rutin berkonsep open race.
- KONI dan IMI Kota Blitar mendukung pembinaan, dengan legalitas organisasi tengah dirampungkan agar proses pembinaan berjalan terstruktur.
- Racer asal Blitar bernama Dimas sudah beberapa kali berprestasi di kejuaraan nasional dan tengah bersiap tanding di Yogyakarta.
KBRB – Hobi bermain mobil-mobilan rakitan berkecepatan tinggi atau tamiya mulai berkembang menjadi aktivitas olahraga berorientasi prestasi di Kota Blitar.
Komunitas pencinta Mini 4WD di Kota Blitar kini mulai membangun ekosistem pembinaan dengan menggelar latihan bersama berkonsep open race secara rutin.
Kegiatan tersebut menggunakan regulasi standar STBF 2026 sebagai persiapan menuju kejuaraan resmi.
Humas Jamaah Tamiya Bajatar, Dimas Riza Praditya, mengatakan perkembangan komunitas Mini 4WD di Kota Blitar cukup pesat.
Saat ini terdapat tiga komunitas utama yang aktif, yakni kelas STB Up, Damper Style, dan STO.
"Sebagian besar dari kami sudah akrab dengan tamiya sejak kecil. Sekarang, semangat itu kami dorong agar hobi ini naik kelas menjadi cabor yang berorientasi pada raihan prestasi," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Latihan bersama yang digelar komunitas Blitar juga tidak hanya diikuti pembalap lokal.
Sejumlah racer dari berbagai daerah, seperti Malang, Tulungagung, Nganjuk, hingga Kediri, turut ambil bagian.
Potensi Mini 4WD sebagai olahraga berbasis komunitas juga mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Blitar.
Wakil Ketua II KONI Kota Blitar, Heru Santoso, mengatakan pihaknya siap mendorong perkembangan cabang olahraga baru yang memiliki potensi melahirkan atlet berprestasi.
Istilah tamiya, menurutnya, merupakan nama merek dagang, sedangkan cabang olahraga yang menaunginya adalah Mini 4WD di bawah IMI.
"Tamiya itu nama merek dagangnya, sedangkan nama resmi cabang olahraganya adalah Mini 4WD yang berada di bawah naungan IMI. Kami melihat potensi besar melahirkan atlet berprestasi dari sini. Karena itu, legalitas organisasi harus segera dirampungkan agar proses pembinaan bisa berjalan terstruktur," jelasnya.
Heru juga mengapresiasi prestasi salah satu racer asal Kota Blitar, Dimas, yang telah beberapa kali mengikuti dan meraih prestasi dalam kejuaraan tingkat nasional.
Dimas juga tengah mempersiapkan diri untuk kembali mengikuti kompetisi tingkat nasional yang akan berlangsung di Yogyakarta.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Bidang Olahraga IMI Kota Blitar, Deddy Nurdiansyah.
Ia memastikan IMI siap membantu proses administrasi agar komunitas Mini 4WD memiliki kepengurusan dan payung hukum yang jelas.
"Proses pembentukan kepengurusannya tidak akan memakan waktu lama. Kami segera berkoordinasi intensif untuk menyelesaikan berkas administrasi. Target kita jelas, menyulap hobi menjadi prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah di level regional hingga nasional," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.