Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Olahraga

Batasi Olahraga Beregu, Dispora Blitar Petakan 10 Cabor Popda Jatim

Dispora Kabupaten Blitar proyeksikan 50 atlet ke Popda Jatim 2026 di Ngawi, petakan 10 cabang olahraga berpeluang medali seperti balap sepeda dan MTB.

Cabor MTB Jadi Target Popda Blitar
Cabor MTB Jadi Target Popda Blitar. (Ist)

Poin Penting

  • Dispora Kabupaten Blitar proyeksikan sekitar 50 atlet berlaga di Popda Jatim 2026 di Ngawi, dengan 10 dari 30 cabor dinilai berpeluang medali.

  • Balap sepeda dan MTB jadi andalan setelah raih dua emas di kejuaraan Banyuwangi; keterbatasan anggaran buat cabor beregu dibatasi.

  • Kabupaten Blitar targetkan perbaikan dari peringkat 18 sebelumnya, meski hadapi tantangan lokasi pertandingan yang tersebar di Ngawi, Surabaya, dan Kediri.

Kabar Blitar – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar mulai memetakan kekuatan atlet yang akan diturunkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026 di Kabupaten Ngawi.

Sekitar 50 atlet diproyeksikan masuk kontingen Kabupaten Blitar dengan prioritas pada cabang olahraga (cabor) yang memiliki peluang besar menyumbangkan medali.

Kepala Dispora Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekitar 30 cabor untuk mendata atlet yang memenuhi kriteria mengikuti Popda.

Dari hasil pemetaan sementara, terdapat sekitar 10 cabor yang dinilai berpeluang meraih medali.

Atlet yang menjadi prioritas merupakan mereka yang memiliki rekam jejak prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Salah satu cabor yang menjadi andalan adalah balap sepeda dan mountain bike (MTB).

Atlet dari cabor tersebut sebelumnya mampu meraih dua medali emas dalam kejuaraan di Banyuwangi.

"Untuk balap sepeda dan MTB kemarin mengikuti kejuaraan di Banyuwangi dan mendapatkan dua medali emas. Atlet tersebut masih bisa berlaga di Popda," ujar Anindya.

Namun, keterbatasan anggaran membuat Dispora harus menyusun skala prioritas dalam menentukan atlet dan cabor yang diberangkatkan.

Cabor beregu menjadi salah satu yang dibatasi karena membutuhkan biaya lebih besar.

Kontingen yang dibentuk, menurut Anindya, tidak sekadar mengejar jumlah peserta.

Atlet yang dipilih harus memiliki peluang realistis untuk bersaing memperebutkan medali.

"Target kami bukan sekadar mengikuti pertandingan atau mencari pengalaman, tetapi memberangkatkan atlet yang memang memiliki peluang memperoleh medali," tegasnya.

Selain persoalan anggaran, Dispora juga menghadapi kendala terkait aturan domisili sekolah.

Atlet yang berasal dari Kabupaten Blitar tetapi bersekolah di Kota Blitar tetap akan memperkuat kontingen Kota Blitar.

Pada Popda sebelumnya, Kabupaten Blitar berada di peringkat ke-18 Jawa Timur.

Tahun ini, pemetaan atlet dan penentuan cabor prioritas diharapkan dapat membantu memperbaiki posisi tersebut.

Pelaksanaan Popda 2026 juga menghadirkan tantangan tersendiri karena lokasi pertandingan tidak hanya berada di Kabupaten Ngawi sebagai pusat kegiatan.

Sejumlah cabor juga akan dipertandingkan di Surabaya dan Kabupaten Kediri sehingga membutuhkan pengaturan pendampingan dan logistik kontingen secara lebih cermat.

#Atlet Blitar #Cabor Blitar #Dispora Kabupaten Blitar #Popda Jatim

Komentar 0

Baca Juga