Tak Dibebankan ke Pedagang, Pemkot Blitar Tanggung Biaya Listrik 3 Pasar Senilai Rp288 Juta
Pemkot Blitar mengalokasikan sekitar Rp288 juta dari APBD per tahun untuk membayar listrik tiga pasar tradisional, yakni Pasar Legi, Pasar Pahing, dan Pasar Kuliner, dengan rata-rata tagihan Rp24 juta per bulan.
Poin Penting
Tiga pasar kebutuhan listriknya ditanggung APBD Kota Blitar.
Tiga pasar tersebut adalah Pasar Legi, Pasar Pahing, dan Pasar Kuliner.
Anggaran listrik ketiga pasar mencapai sekitar Rp24 juta per bulan.
Kabar Blitar – Pemkot Blitar mengalokasikan sekitar Rp288 juta dari APBD dalam setahun untuk membayar kebutuhan listrik tiga pasar tradisional yang dikelolanya.
Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik Pasar Legi, Pasar Pahing, dan Pasar Kuliner Kota Blitar.
Kepala Disperindag Kota Blitar Parminto mengatakan kebutuhan listrik untuk ketiga pasar tersebut rata-rata mencapai Rp24 juta setiap bulan.
“Setiap bulan sekitar Rp 24 juta untuk listrik tiga pasar. Dalam setahun totalnya sekitar Rp 288 juta dan anggarannya dari APBD,” ujar Parminto.
Menurutnya, pembayaran tagihan listrik melalui APBD merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menekan beban operasional yang harus ditanggung pedagang.
Dengan kebijakan tersebut, biaya listrik tidak perlu sepenuhnya dibebankan kepada pedagang melalui kenaikan retribusi pasar.
Parminto mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat membantu pedagang mengurangi beban biaya operasional sehingga modal usaha dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Di sisi lain, kebutuhan listrik di ketiga pasar relatif besar karena aktivitas perdagangan dan pelayanan berlangsung hampir sepanjang hari.
Listrik digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penerangan lapak dan area pasar hingga mendukung aktivitas kebersihan serta keamanan pada malam hari.
Meski biaya listrik ditanggung melalui APBD, Disperindag Kota Blitar tetap akan mengevaluasi penggunaan energi di masing-masing pasar.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan pemakaian listrik dapat ditekan tanpa mengganggu aktivitas dan pelayanan di pasar.
“Kami akan terus evaluasi penggunaan listrik di masing-masing pasar supaya lebih hemat dan efisien,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.