Sempat Diusir Saat Jualan Pakai Pikap, Es Krim Pak Ateng Blitar Bertahan Sejak 1970
Es Krim Pak Ateng menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Blitar yang telah dikenal sejak sekitar 1970 hingga kini miliki empat lapak.
Poin Penting
Es Krim Pak Ateng telah dikenal masyarakat Kota Blitar sejak 1970.
Kini memiliki empat lapak yang tersebar di wilayah Blitar.
Salah satu lapaknya berada di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjenkidul.
Kabar Blitar – Di tengah banyaknya pilihan kuliner modern di Kota Blitar, Es Krim Pak Ateng masih mempertahankan cara jualan yang sederhana.
Jajanan ini telah dikenal masyarakat sejak sekitar 1970 dan hingga kini masih bisa ditemui di sejumlah titik di Kota Blitar.
Salah satu lapaknya berada di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Lapak tersebut menjadi salah satu tempat warga menikmati es krim dengan rasa yang mengingatkan pada jajanan masa lalu.
Lilis, penjual Es Krim Pak Ateng, mengatakan usaha tersebut sudah ada jauh sebelum dirinya ikut berjualan.
Ia sendiri mulai menjalankan usaha tersebut setelah menikah pada 2000.
“Es Krim Pak Ateng sudah ada sejak tahun 1970. Saya sudah berjualan sejak awal menikah di tahun 2000,” kata Lilis.
Keterlibatan Lilis dalam usaha tersebut bermula dari tawaran sang ayah.
Saat itu, ia diajari berjualan es krim hingga kemudian meneruskannya sebagai pekerjaan.
“Awalnya ditawari sama bapak untuk diajari jualan es krim,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, Es Krim Pak Ateng tidak hanya bertahan di satu tempat.
Saat ini terdapat empat lapak yang menjual es krim tersebut di Kota Blitar, termasuk salah satunya milik adik Lilis.
“Sampai saat ini, ada empat lapak Es Krim Pak Ateng, termasuk lapak milik adik saya,” katanya.
Perjalanan berjualan Es Krim Pak Ateng juga tidak selalu dilakukan menggunakan lapak seperti sekarang.
Lilis menyebut, pada masa sebelumnya penjualan es krim pernah dilakukan menggunakan mobil pikap.
“Dahulu juga sempat berjualan dengan pikap, namun sempat diusir oleh pihak keamanan, jadi sekarang membuka dengan outlet,” jelas Lilis.
Es Krim Pak Ateng mempertahankan sejumlah pilihan rasa yang dikenal masyarakat, seperti cokelat, vanila, dan stroberi.
Konsep penjualannya pun tetap sederhana, sehingga pembeli dapat menikmati es krim tanpa harus datang ke tempat dengan konsep kuliner modern.
Keberadaan es krim yang telah bertahan puluhan tahun membuat kuliner tersebut memiliki pelanggan dari berbagai kalangan.
Sebagian datang untuk menikmati es krim, sementara lainnya menjadikannya sebagai cara untuk mengingat kembali jajanan yang pernah mereka nikmati pada masa lalu.
Bagi Lilis, keberlangsungan usaha tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya dalam berjualan es krim.
Dari usaha yang telah ada sejak 1970, kini Es Krim Pak Ateng tetap bertahan melalui sejumlah lapak yang tersebar di Kota Blitar.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.