Prioritaskan Jalur Rawan Blitar, Dishub Siapkan Usulan Penambahan Titik Penerangan Jalan
Dishub Kabupaten Blitar susun usulan penambahan titik PJU 2026, prioritaskan jalur antarkecamatan dan permukiman rawan minim penerangan.
Poin Penting
- Dishub Blitar susun usulan penambahan titik PJU untuk tahun anggaran 2026, menindaklanjuti aspirasi masyarakat lewat Musrenbang.
- Prioritas diberikan pada jalur penghubung antarkecamatan dan permukiman rawan yang minim penerangan atau rawan kecelakaan.
- Dishub juga optimalkan lampu LED dan tenaga surya, meski masih terkendala keterbatasan armada dan personel teknis.
KBRB – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar mulai menyusun usulan penambahan titik Penerangan Jalan Umum (PJU) sebagai bagian dari rencana pembangunan tahun anggaran 2026.
Program tersebut disiapkan untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan penambahan penerangan di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman.
Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dishub Kabupaten Blitar, Kurniawan Wibowo, mengatakan penentuan lokasi PJU baru akan mengacu pada hasil inventarisasi usulan yang dihimpun dari masyarakat.
"Pengajuan titik PJU baru ini merupakan bentuk respons kami terhadap aspirasi masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal keluhan maupun musyawarah perencanaan pembangunan," ujarnya.
Adapun pihak Dishub Kabupaten Blitar masih melakukan pendataan terkait titik lokasi yang menjadi prioritas untuk penambahan PJU.
"Kami mendata titik-titik lokasi yang benar-benar membutuhkan pencahayaan, terutama di jalur penghubung antarkecamatan dan kawasan permukiman yang tergolong rawan," katanya.
Penyusunan usulan, menurut Kurniawan, dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas.
Ruas jalan yang minim penerangan, memiliki mobilitas tinggi, atau dinilai rawan kecelakaan dan gangguan keamanan akan jadi fokus utama pengembangan jaringan PJU.
Selain menambah titik baru, Dishub juga berencana mengoptimalkan penggunaan lampu hemat energi.
Teknologi LED diprioritaskan karena lebih efisien dalam konsumsi listrik, sementara lampu bertenaga surya jadi alternatif bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal.
Pemeliharaan PJU yang telah terpasang tetap berjalan rutin, meliputi perbaikan lampu padam, penanganan gangguan jaringan, serta tindak lanjut atas laporan kerusakan dari masyarakat.
Kurniawan mengakui upaya pemeliharaan dan pengembangan PJU masih menghadapi kendala berupa keterbatasan armada operasional serta jumlah personel teknis.
Dishub, kata dia, tetap berkomitmen memaksimalkan pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.