Sudah Tinggal dan Kuliah di Blitar, WNA Asal Jepang Kena Deportasi Gegara Overstay Sejak 2023
WNA asal Jepang berinisial MI (22) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Blitar pada 8 Oktober 2026 setelah terbukti overstay lebih dari tiga tahun.
WNA asal Jepang berinisial MI (22) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Blitar pada 8 Oktober 2026 setelah terbukti overstay lebih dari tiga tahun.
Pembangunan kembali Pasar Kesamben Kabupaten Blitar telah mencapai 65 persen hingga Oktober 2026 dan ditargetkan rampung akhir Desember dengan anggaran sekitar Rp63 miliar.
Satu siswa jenjang SMA di Sekolah Rakyat Kota Blitar mengundurkan diri setelah mengalami kesulitan beradaptasi dan homesick, meski sudah mendapat pendampingan dan dipastikan telah diterima di sekolah lain.
Edukasi mitigasi kebakaran Damkar Kabupaten Blitar ke sekolah untuk sementara terhenti karena tangki armada bocor. Sekolah diminta datang langsung ke kantor Damkar.
Pemkot Blitar meminta sinkronisasi data antar-OPD untuk memastikan kebijakan pembangunan menggunakan data yang akurat, berkualitas, dan mutakhir serta berbagai bantuan seperti bantuan sosial, kesehatan, dan pendidikan.
Pemkab Blitar menjajaki pasar Kalimantan Timur untuk memperluas distribusi hasil pertanian dan peternakan. Telur ayam ras menjadi salah satu komoditas potensial dengan produksi sekitar 721 ton per hari.
Kunjungan masyarakat ke BPS Kota Blitar sepanjang 2026 mencapai 345 orang, hampir tiga kali lipat dibanding 114 kunjungan pada 2025. Dari jumlah tersebut, 290 orang menggunakan layanan konsultasi yang mayoritas berkaitan dengan DTSEN dan pembaruan data.
Sebanyak 4.373 warga Kota Blitar tercatat berstatus kawin tetapi perkawinannya belum tercatat di administrasi Dispendukcapil.
Sebanyak 784 rumah di Kota Blitar mendapat alokasi bantuan bedah rumah dari Kementerian PKP pada 2026, dengan nilai Rp20 juta per penerima.
Harga telur ayam ras di Kabupaten Blitar menjadi yang terendah di Jawa Timur pada 5 Oktober 2026, yakni sekitar Rp20.100 per kilogram.
Perdagangan sapi dan kambing di Pasar Dimoro, Kota Blitar, mencatat nilai transaksi hingga Rp20,639 miliar berdasarkan rekap Disperindag.
Pemkot Blitar mengubah sasaran bantuan ongkos jahit seragam sekolah dengan memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk desil 1 dan 2. Sementara kain seragam tetap diberikan kepada siswa TK Negeri, SD Negeri kelas 1 dan 4, serta SMP Negeri kelas 7.