Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Feature

Mengenal Atika Islafiyatur Rohmah, Sosok Tangguh dari Jujitsu Blitar

Perjalanan Atika Islafiyatur Rohmah dari atlet hingga membangun Jujitsu Blitar. Tak hanya soal bela diri, tetapi juga membentuk mental, disiplin, dan karakter atlet muda.

Mengenal Atika Islafiyatur Rohmah, Sosok Tangguh dari Jujitsu Blitar
Pelatih Jujitsu, Atika Islafiyatur Rohmah.

Poin Penting

  • Perjalanan menjadi pelatih Jujitsu dari Atika Islafiyatur Rohmah.
  • Terinspirasi pesan mendiang ayah dan pengalaman sebagai atlet.
  • Kisah atlet binaannya yang bangkit dan menang di Porprov menjadi simbol filosofi.

Kabar Blitar – Di sebuah sudut Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, suara dentum matras yang dipukul tubuh menjadi irama harian yang akrab. 

Di tengah riuh rendah instruksi teknis, tampak seorang perempuan dengan tatapan tajam namun meneduhkan. 

Ia adalah Atika Islafiyatur Rohmah, pelatih muda yang kini menjadi napas bagi perkembangan Jujitsu Blitar.

Bagi Atika, seni bela diri asal Jepang ini bukan sekadar urusan memukul, membanting, atau mengunci lawan. 

Di bawah naungan Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI), ia sedang merajut misi yang lebih besar: membangun manusia melalui olahraga.

Amanah Sang Ayah dan Awal Mula Perjalanan

Langkah Atika di dunia bela diri sebenarnya bermula dari sebuah rasa kerinduan dan tanggung jawab. 

Ketertarikannya muncul sejak bangku MTs, didorong oleh insting untuk melindungi orang-orang terdekat. Namun, ada satu motivasi spiritual yang terus membakarnya hingga kini.

Mendiang sang ayah pernah berpesan agar ia belajar bela diri saat dewasa nanti. Seolah semesta mendukung, Atika justru menemukan jalan itu lebih awal melalui ekstrakurikuler sekolah. 

Sejak saat itu, Jujitsu Blitar bukan lagi sekadar hobi, melainkan identitas yang melekat erat dalam hidupnya.

Transformasi dari Atlet Menjadi Arsitek Mental

Atlet Jujitsu Blitar.jpg

Perjalanan sebagai atlet telah memberikan Atika banyak pelajaran, termasuk pahitnya kegagalan di ajang besar seperti PON Aceh-Sumut 2024. 

Alih-alih terpuruk, ia justru melihat celah yang harus diperbaiki pada generasi penerus. Ia memilih bertransformasi menjadi pelatih untuk membagikan "kompas" bagi para atlet muda.

"Jujitsu bukan tentang mengalahkan orang lain, tapi tentang menguasai diri sendiri dalam situasi paling sulit," ungkap Atika dengan penuh keyakinan.

Tantangan terbesar dalam mengembangkan Jujitsu Blitar menurutnya bukan pada penguasaan teknik, melainkan pada ketahanan mental. 

Di atas matras, ia tidak hanya mengajarkan cara bertahan dari kuncian leher, tetapi juga cara bangkit dari tekanan hidup.

Filosofi Matras: Kemenangan di Detik Terakhir

Salah satu kisah paling heroik yang pernah ia kawal adalah saat membina seorang atlet yang kerap dipandang sebelah mata. 

Atlet tersebut dikenal kurang percaya diri dan sering menelan kekalahan. Namun, di bawah asuhan Atika, ia hanya diminta satu hal: percaya pada proses.

Keajaiban terjadi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Di detik-detik terakhir pertandingan yang mencekam, atlet tersebut berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan. 

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa Jujitsu Blitar di tangan Atika adalah tentang semangat pantang menyerah.

Menatap Masa Depan Jujitsu di Bumi Bung Karno

Atika tetap rendah hati. Meski fokus melatih, ia terus mengembangkan diri di bidang lain agar memiliki perspektif yang luas. 

Ia ingin para atletnya melihat bahwa seorang praktisi jujitsu harus menjadi pribadi yang adaptif di mana pun mereka berada.

Kini, melalui latihan disiplin dan konsistensi di Kabupaten Blitar, Atika Rohmah terus mencetak petarung-petarung yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas karakter. 

Baginya, kemenangan sejati adalah ketika seorang atlet mampu berdiri tegak menghadapi kegagalan dan tetap melangkah maju.

Dengan dedikasi tanpa henti, masa depan Jujitsu Blitar kini berada di tangan yang tepat—tangan seorang perempuan yang percaya bahwa matras adalah sekolah kehidupan yang paling jujur.

#Atika Islafiyatur Rohmah #Jujitsu Blitar

Komentar 0

Baca Juga