Kekeringan Mulai Melanda, BPBD Kota Blitar Usulkan Tambahan Unit Tandon Air
BPBD Kota Blitar usulkan tambahan 10 unit tandon air ke Pemprov Jatim untuk antisipasi krisis air bersih, sudah petakan 15 kelurahan rawan kekeringan.
Poin Penting
- BPBD Kota Blitar usulkan tambahan 10 unit tandon air ke Pemprov Jatim untuk perkuat kesiapsiagaan hadapi potensi krisis air bersih musim kemarau 2026.
- BPBD sudah memetakan 15 kelurahan berpotensi kekeringan lebih awal, dengan tandon telah didistribusikan ke lima kelurahan termasuk Ngadirejo dan Sentul.
- BPBD belum punya truk tangki air sendiri, sehingga akan berkoordinasi dengan DLH dan Damkar untuk pinjam armada dropping air bersih.
KBRB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air bersih selama musim kemarau 2026.
Meski hingga kini belum ada laporan kekeringan, BPBD Kota Blitar telah mengusulkan tambahan 10 unit tandon air kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tambahan tersebut dibutuhkan untuk memperkuat persediaan tandon yang saat ini mencapai sekitar 21 unit.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan tandon disiapkan untuk menampung air bersih dan mendukung distribusi apabila sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
"Kami mengusulkan tambahan 10 unit tandon air kepada provinsi. Saat ini sejumlah daerah lain sudah mulai mengalami krisis air bersih, sehingga kami perlu memperkuat kesiapsiagaan," ujar Agus, Rabu (12/8/2026).
BPBD telah memetakan 15 kelurahan yang dinilai berpotensi mengalami krisis air bersih lebih awal.
Sejumlah tandon bahkan telah didistribusikan ke wilayah yang menjadi perhatian, di antaranya Kelurahan Ngadirejo, Sentul, Tanjungsari, Bendo, dan Bendogerit.
Pemetaan tersebut, Agus menegaskan, dilakukan sebagai langkah antisipasi dan bukan karena sudah terjadi kekeringan.
"Sejumlah kelurahan tersebut kami prediksi mengalami kekeringan lebih awal. Namun, sampai sekarang belum ada laporan mengenai krisis air bersih di masyarakat," katanya.
Dalam kondisi normal, BPBD menyiapkan satu unit tandon di setiap kelurahan yang masuk dalam pemetaan rawan krisis air.
Namun, jumlah tandon dapat ditambah apabila ditemukan lebih dari satu titik yang membutuhkan pasokan air bersih dalam satu kelurahan.
"Setiap kelurahan kami siapkan satu tandon. Kalau ternyata ada lebih dari satu titik yang mengalami krisis air bersih, jumlah tandon akan kami tambah. Karena itu, kami mengusulkan tambahan tandon kepada provinsi," jelas Agus.
Selain menyiapkan tandon, BPBD Kota Blitar juga menyiapkan skema distribusi air bersih apabila kondisi kekeringan mulai terjadi.
BPBD saat ini belum memiliki truk tangki air sendiri sehingga kebutuhan armada akan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemadam Kebakaran (Damkar).
"Kami memang belum memiliki truk tangki air. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berkoordinasi dengan DLH dan Damkar untuk meminjam armada tangki yang digunakan untuk dropping air bersih," ujarnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.