Kekeringan Ancam 38 Ribu Keluarga, BPBD Blitar Petakan 22 Desa Rawan Krisis Air Bersih
BPBD Kabupaten Blitar salurkan 12.000 liter air bersih ke Dusun Panggungwinong, Panggungrejo, seiring krisis kekeringan meluas ke tiga desa.
Poin Penting
- Krisis air bersih di Blitar selatan meluas dari dua jadi tiga desa, terbaru di Dusun Panggungwinong, Panggungrejo.
- BPBD petakan tujuh kecamatan berisiko tinggi kekeringan dengan sekitar 38.000 keluarga di 22 desa berpotensi terdampak.
- BPBD telah menempatkan 115 tandon air bersih di 22 desa sebagai antisipasi kekeringan meluas.
KBRB – Krisis air bersih akibat musim kemarau di wilayah Kabupaten Blitar bagian selatan mulai meluas.
Jika sebelumnya terjadi di dua desa, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mencatat sudah ada tiga desa yang membutuhkan bantuan air bersih.
Terbaru, BPBD menerima permintaan bantuan dari puluhan keluarga di Dusun Panggungwinong, Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo.
Sebanyak 12.000 liter air bersih telah dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
"Atas permintaan itu, pengiriman bantuan air bersih sebanyak 12.000 liter sudah kami realisasikan kemarin," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).
Wahyudi mengatakan, sedikitnya 31 keluarga atau 85 jiwa di Dusun Panggungwinong terdampak kekeringan dan mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, sumur maupun sumber mata air di wilayah tersebut sebenarnya telah mengalami kekeringan sejak beberapa waktu lalu.
Namun, kebutuhan warga masih bisa dipenuhi sementara melalui pasokan dari wilayah sekitar yang masih memiliki sumber air.
"Tapi, baru-baru ini pasokan air bersih dari wilayah sekitar itu mulai menurun sehingga kami kirimkan bantuan air bersih," katanya.
Dengan bertambahnya Dusun Panggungwinong sebagai wilayah terdampak, total sudah ada tiga desa yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Blitar.
Wilayah pertama berada di Kecamatan Wates, yakni tujuh RT di Dusun Sidorejo, Desa Sukorejo, serta tujuh RT di Dusun Bejirejo dan Dusun Wonosari, Desa Tugurejo.
Sementara wilayah kedua berada di Kecamatan Panggungrejo, tepatnya dua RT di Dusun Panggungwinong, Desa Sumberagung.
BPBD Kabupaten Blitar mencatat hingga saat ini telah menyalurkan air bersih untuk membantu ratusan keluarga yang terdampak kekeringan di tiga desa tersebut.
Wahyudi menambahkan, berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat tujuh kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Blitar yang memiliki risiko tinggi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini.
Ketujuh wilayah tersebut meliputi Kecamatan Wonotirto, Binangun, Wates, Panggungrejo, Kademangan, Bakung, dan Sutojayan.
Dari hasil pemetaan tersebut, sedikitnya 38.000 keluarga yang tersebar di 22 desa di tujuh kecamatan tersebut diperkirakan berpotensi mengalami krisis air bersih dalam beberapa pekan mendatang.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Blitar telah menempatkan sedikitnya 115 tandon air bersih di 22 desa yang dipetakan berisiko terdampak kekeringan.
Tandon tersebut nantinya juga menjadi titik pasokan air yang akan diisi menggunakan truk tangki BPBD apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.
"Fenomena El Nino dapat memperluas dampak kekeringan di Blitar," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.