Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

Kekeringan di Blitar Meluas, BPBD Rogoh Dana Belanja Tak Terduga

BPBD Kabupaten Blitar siapkan Rp2 miliar dana BTT untuk operasional dropping air bersih, menyusul PAK yang tidak beri tambahan anggaran khusus kekeringan.

Kekeringan di Blitar Meluas, BPBD Rogoh Dana Belanja Tak Terduga
Bantuan air bersih bagi daerah terdampak kekeringan. (KBRB)

Poin Penting

  • BPBD Kabupaten Blitar siapkan anggaran BTT sekitar Rp2 miliar untuk dropping air bersih, karena PAK tidak beri tambahan anggaran khusus kekeringan.

  • BPBD gandeng BBWS dan PMI, serta dorong keterlibatan BUMN/BUMD dan dunia usaha untuk membantu pendistribusian air bersih.

  • Dropping air dilakukan setiap hari secara rolling ke Kecamatan Panggungrejo dan Kecamatan Wates agar seluruh wilayah terdampak terjangkau.

Kabar Blitar – Ancaman krisis air bersih akibat kekeringan yang meluas di Kabupaten Blitar membuat pemerintah daerah menyiapkan skema anggaran darurat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menyiapkan pemanfaatan Dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mendukung operasional dropping air bersih ke wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan karena kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung, sementara alokasi penanganan kekeringan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tidak mendapatkan tambahan anggaran khusus.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait penggunaan anggaran darurat tersebut.

"Kalau tambahan di PAK tidak ada, cuma kita bisa pakai BTT yang sudah disiapkan BPKAD. Anggarannya sekitar Rp2 miliar," ujar Wahyudi.

Penanganan krisis air bersih, menurutnya, tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD.

BPBD juga mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari stakeholder, BUMN/BUMD, hingga dunia usaha.

Sejumlah instansi seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Palang Merah Indonesia (PMI) juga dilibatkan untuk membantu pendistribusian air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Insyaallah kami tetap berusaha menggandeng stakeholder yang lain, dunia usaha, dan instansi terkait untuk bisa meng-cover kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Blitar," tuturnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan dropping air bersih setiap hari.

Pendistribusian dilakukan secara bergiliran atau rolling agar bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah yang telah dipetakan mengalami krisis air.

Saat ini, sejumlah wilayah yang menjadi fokus pendistribusian berada di Kecamatan Panggungrejo, yakni Desa Panggungrejo dan Desa Sumberagung, serta Kecamatan Wates meliputi Desa Tulungrejo dan Desa Tugurejo.

"Setiap hari dropping air terus berjalan, hanya jadwalnya kita rolling. Misalnya hari ini ke titik A, besok berganti ke titik lainnya agar semua warga terdampak tetap terjangkau bantuan air bersih," pungkas Wahyudi.

#Belanja Tak Terduga #BPBD Kabupaten Blitar #Kekeringan di Blitar

Komentar 0

Baca Juga