Kasus Kanker Usus di Blitar Meningkat, Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan
Sebanyak 11 kasus kanker usus yang mengintai lansia di Kabupaten Blitar ditemukan dalam rentang waktu 2025.
Poin Penting
- Kasus kanker usus di Kabupaten Blitar meningkat.
- Sebanyak 11 kasus kanker usus terdeteksi sepanjang 2025.
- Lansia jadi kelompok paling rentan terkena kanker usus.
Kabar Blitar – Tren penyakit tidak menular di Kabupaten Blitar, khususnya kanker usus, menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sebagian besar kasus ditemukan pada kelompok usia lanjut, yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi apabila penanganan dilakukan terlambat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, jumlah kasus kanker usus pada tahun 2024 tercatat sebanyak sembilan kasus. Angka itu kembali meningkat pada tahun 2025 menjadi 11 kasus.
Meski kenaikannya tidak tergolong signifikan, tren penambahan yang terjadi secara berkelanjutan dinilai perlu diwaspadai dan mendapat perhatian khusus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, menyampaikan bahwa mayoritas pasien kanker usus yang terdeteksi berada pada kelompok usia produktif akhir hingga lanjut usia.
“Mayoritas pasien yang terdeteksi menderita kanker usus ini adalah mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah kasus tidak sepenuhnya mencerminkan penurunan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut juga dipengaruhi oleh semakin optimalnya program deteksi dini yang dijalankan pemerintah daerah, salah satunya melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas.
“Dengan skrining yang lebih masif, warga yang memiliki faktor risiko bisa terdeteksi lebih awal. Ini penting karena kanker usus sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga terus memperkuat sistem rujukan. Pasien yang menunjukkan indikasi klinis mengarah pada keganasan akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, mulai dari pemeriksaan laboratorium, USG, hingga patologi anatomi guna memastikan diagnosis secara akurat.
Di luar upaya medis, Christine menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan. Ia mengimbau warga, terutama yang berusia di atas 50 tahun, untuk lebih memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehari-hari.
“Menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi serat, mengurangi makanan olahan, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kanker usus di masa mendatang,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.